Lompat ke isi utama

Hak Konsesi 50 Persen bagi Difabel

Solider.or.id.Yogyakarta. Hak Konsesi, merupakan salah satu pasal menarik yang dibahas dalam workshop RUU Disabilitas hari kedua, Senin (21/4/2014) dan segera didesakkan untuk menjadi salah satu hak yang harus didapatkan oleh penyandang disabilitas di Indonesia.

Dalam segala sektor kehidupan penyandang disabilitas memiliki hak yang sama, akan tetapi keterbatasan yang dimiliki mengakibatkan penyandang disabilitas mengalami keterbatasan finansial yang diakibatkan oleh terbatasnya kesempatan lapangan kerja, keterbatas dalam mobilitas. Sementara kebutuhan hidup penyandang disabilitas rata-rata jauh lebih tinggi dibandingkan dengan non-disabilitas. Yeni, salah satu drafter RUU Disabilitas, Selasa (22/4/2014) mengutarakannya dalam Workshop yang berlangsung di Hotel Melia Purosani.

Dampak lain yang diakibatkan oleh kedisabilitasan, adalah terbatasnya penyandang disabilitas dalam akses penikmatan terhadap berbagai hal, seperti transportasi massal, baik darat, kereta api, laut, udara, sewa perumahan milik pemerintah, air bersih, listrik, pendidikan tinggi, rekreasi dan pertunjukan, lahan parkir serta bidang pelayanan publik lainnya

Untuk itu difabel berhak atas konsesi atau keringanan biaya atau potongan biaya. Konsesi yang diajukan sebesar 50%, dalam hal penikmatan layanan publik baik yang disediakan oleh pemerintah, maupun swasta. Keringanan biaya yang dimaksud, diberikan untuk berbagai pelayanan dan fasilitas dengan tujuan agar penyandang disabilitas dapat berpartisipasi penuh dalam segala aspek kehidupan.

"Penghargaan (Reward) bagi penyelenggara layanan dan sanksi (punishment) bagi para pelanggar juga di atur dalam RUU Disabilitas tersebut. Konsesi, reward, dan punishment penting untuk ditegakkan untuk menjamin terpenuhinya dan terwujudnya setiap hak bagi penyandang disabilitas.,"tutur Yeni, dalam penyampaian argumentasinya.

 

 

The subscriber's email address.