Lompat ke isi utama
Joko sedang menggunakan template Pemilu 2014

Pemilihan Legislatif di Gunung Kidul Belum Aksesibel

Solider.or.id, Yogyakarta- Pemilu legislatif yang dilaksanakan 9 April kemarin berlangsung di seluruh Indonesia, salah satunya di daerah Gunung Kidul Daerah IstimewaYogyakarta. Ratusan tempat pemungutan suara (TPS) tersebar di seluruh kecamatan dan desa di kabupaten Gunung Kidul. Pemilu kali ini juga diikuti oleh sebagian masyarkat difabel, walaupun beberapa TPS masih belum aksesibel.

Sala satunya di TPS 10, Dusun Grogol, Desa Bejiarjo, Kecamatan Karangmojo. TPS yang memiliki salah satu daftar pemilih tetap (DPT)-nya adalah penyandang difabel netra ini masih kurang aksesibel. Template yang tersedia bagi difabel netra hanya ada pada kertas suara Dewan Perwakilan Daerah (DPDD RI.

Joko, salah satu difabel netra ikut serta dalam pemilu kali ini dengan membawa pendamping di bilik TPS. Ia datang bersama dua saudaranya yang juga penyandang tuna netra untuk mengikuti pemilu ini.

“Saya sudah terdaftar dalam DPT, kebetulan kemarin juga dapat undangannya,” papar Joko.

Terkait soal ketersediaan template Ketua KPPS mengatakan bahwa ketersediaan template hanya bergantung dari KPU pusat. Ia hanya sekedar menerima, dan mengaku tidak begitu paham soal mekanisme penyediaan template.

“Saya hanya mendapat arahan mengenai mekanisme pemilu saja, kalo pemilih khusus kaya Pak Joko ini saya cuma diberikan kertas suara yang ada braile nya ini satu saja. Itu mungkin karena datanya cuma ada satu KK saja yang butu braile,” ujarnya.

Tidak Ada Sosialisasi

Lebih jauh joko mengatakan bahwa ia memilih kali ini dikarenakan sudah terbiasa seperti pemilu dua periode sebelumnya. Tempat yang sama, dan sistem yang hanya berganti dari contreng ke coblos tak merisaukan Joko dalam turut serta menyuarakan aspirasinya.

Namun, dalam segi perhatian pemerintah Joko masih menyayangkan karena tidak adanya sosialisasi dan pengarahan yang notabene datang sendiri dari pemerintah. “Kampanyenya saya nggak tahu, calonnya siapa siapa saja sesungguhnya saya tidak kenal. Kalau soal nyoblos sih, karena tempatnya dulu juga disini, jadi enggak bingung lagi,” ujar Joko

Keterlibatannya dalam pemilihan juga ia akui hanya sebatas untuk turut berpartisipasi. Ia tak banyak berharap dari calon legeslatifnya. Menurutnya, kaum kecil seperti ia hanya bisa pasrah.

“Ya, mestinya kan calonnya aruh-aruh (lihat-lihat, red) ke rumah, atau minimal mengadakan sosialisasi atau gimana ya. Tapi kemarin kok kayaknya enggak ada. Ya mungkin karena saya ini orang kecil, jadi enggak begitu berpengaruh suara saya. Tapi nggak apa apa, ini ikut rame rame biar gayeng, (seru-red)” pungkas Joko.

The subscriber's email address.