Lompat ke isi utama
Heri dan usahanya.

Budidaya Ayam Bangkok, Alternatif Usaha Difabel

Peristiwa gempa  bumi delapan tahun yang lalu telah membuat hidup Heribitus berubah total. Semula fisiknya kuat sehingga mampu bekerja serabutan seperti ke sawah, menggiling padi dan menjadi sopir truk. Namun, sekarang dia hanya mampu duduk di atas kursi roda untuk beraktivitas sehari-hari, karena kondisinya yang menjadi lumpuh. Meskipun demikian, dia tetap  tidak menyerah pada keadaan dan harus bangkit.

Berbekal semangat itulah  kemudian dia merintis usaha budidaya ayam bangkok. Perawatannya mudah, tidak memerlukan tempat yang  luas dan hasil yang diperoleh lumayan besar. Selain itu budidya ayam bangkok dapat dijadikan sebagai usaha sampingan saja, kemudian waktu  yang lain dapat digunakan untuk mencari penghasilan utama seperti membuka warung kelontong. Demikian seperti dituturkan Heribitus, pria difabel korban gembu bumi yang tinggal di Monggang, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul.

Heri, panggilan akrap dari pria tersebut mulai merintis usaha  tahun 2009. Pada awalnya ayam yang dipelihara hanya sepasang jantan dan betina, tetapi sekarang jumlahnya sudah lumayan banyak. Heri memelihara ayam bangkok dengan cara menetaskan sendiri, kemudian setelah berumur sekitar tujuh bulan ayam jantan sudah siap jual, harga pasaran tergantung kondisi tetapi minimal Rp 200.000. Sementara untuk ayam betina tidak dijual, tetapi dipotong sendiri untuk dijadikan sebagai gizi keluarga.

Berbagi kepada Difabel Lain

Meskipun usaha yang dirintis Heri belum terlalu besar, tetapi dia juga mempunyai jiwa sosial yang tinggi kepada sesama difabel. Beberapa temannya difabel diajak kerja sama, caranya temannya tersebut dipinjami sepasang indukan ayam. Kemudian setelah induk tersebut beranak maka anaknya dibagi dua, tetapi apabila terjadi resiko seperti hilang atau mati maka tidak disuruh mengganti.

Apa yang dilakukan oleh Heri ini semata-mata hanya ingin menolong, mengingat sering ada teman yang ingin memelihara ayam bangkok tetapi tidak memiliki modal. Memang harga ayam bangkok terbilang mahal untuk ukuran orang biasa. Dengan cara seperti ini setidaknya ada dua hal yang dapat diperoleh, pertama mendapat penghasilan dan kedua dapat berbagi untuk menolong sesama difabel yang membutuhkan. Mengakhiri perbincangan dengan solider, Heri menambahkan bahwa peminat ayam bangkok masih sangat banyak, sehingga pemasarannya sangat mudah.

The subscriber's email address.