Lompat ke isi utama

Mengenal Difabilitas Lebih Dalam

Solider.or.id, Boyolali – Menjadi difabel dan telah lama berkecimpung di organisasi difabel belum membuat para Koordinator Kecamatan (Korcam) Forum Komunikasi Difabel Boyolali (FKDB) sepenuhnya paham apa itu difabel. Hal ini menjadi latar belakang adanya pelatihan perspektif disabilitas yangdiselenggarakan beberapa waktu lalu di  Desa Singkil, Boyolali Kota.

“Saya baru tahu apa itu defabel. Ya padahal sudah sering pakai, tapi ndak tahu,” kata Sapto Priyono Ketua FKDB. Bahkan dalam beberapa kesempatan pria ini masih salah penyebutan dengan kata “defabel”.

Pada umumnya difabel di Boyolali ini masih bingung dengan penyebutan. Menghadapi masyarakat dan para pemangku kebijakan yang masih memakai terminologi lama membuat mereka kerap kesulitan.Selain belum memahami klausul penggunaan istilah difabel, para Korcam dan pengurus FKDB ini juga masih belum paham jenis-jenis difabilitas. Mereka masih melihat bahwa difabel ini hanya tunadaksa, tunanetra dan tuli saja.

Lha saya juga tadi masih belum tahu difabelnya mas Syaiful ini apa. Kalau sekarang ya sudah tahulah,” komentar Sarmiah, Korcam Sambi.

Saat pelatihan berlangsung Sarmiah duduk di hadapan Syaiful warga Kecamatan Simo, Boyolali. Pria yang bekerja sebagai penjual kerupuk ini merupakan penyandang cerebral palsy ringan. Melihat sekilas memang difabilitas Syaiful tidak tampak, teta[i kesulitan dalam gerak kadang membuatnya tidak bisa menyesuaikan dengan lingkungannya yang belum aksesibel.

Selain dibekali dengan pemahaman tentang difabilitas, para korcam dan pengurus FKDB ini juga dibekali dengan pengetahuan tentang organisasi dan penguatan jaringan. Pelatihan ini merupakan pelatihan terakhir setelah sebelumnya Korcam lain mengikuti pelatihan tahap pertama dan kedua.

The subscriber's email address.