Lompat ke isi utama
Sosialisasi pemilu

Difabel Netra Boleh Membawa Pendamping dalam Melakukan Pecoblosan

Solider.or.id,Bantul- “Dalam melakukan pencoblosan pada Pemilihan Umum (Pemilu), 9 April 2014 mendatang, penyandang difabel netra boleh membawa pendamping. Hal ini dilakukan karena keterbatasan anggaran yang dimiliki, sehingga pemerintah belum mampu menyediakan kertas suara dalam bentuk template,” ungkap Titik, kepala divisi sosialisasi, komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bantul. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara sosialisasi Pemilu bagi Organisasi Masyarakat (Ormas), pada Kamis (20/03/2014), bertempat di Kantor KPUD Bantul, Jalan Wakhid Hasyim Bantul.

egiatan ini juga dihadiri perwakilan ormas difabel seperti Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI), dah Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI).

“Pendamping boleh ditunjuk dari keluarga, teman atau panitia, yang terpenting mereka harus mau menandatangani formulir yang telah disediakan,” kata Titik.

Titik menambahkan bahwa pendapingan dilakukan bukan berarti melanggar asas kerahasian dari pemilih, tetapi karena anggaran yang belum memungkinkan, sehingga dari empat kertas suara yang tersedia hanya ada dua yang dilengkapi dengan template. Kedua kertas surat suara tersebut adalah untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Titik mengatakan bahwa KPUD sudah memiliki kode khusus bagi pemilih difabel netra, tetapi hal ini tidak ditampilkan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Menurut Titik, ketersedian templete di suatu Tempat Pemungutan Suara (TPS) terjamin apabila pada TPS tersebut terdapat pemilih difabel netra.

Sebelum mengakhiri kegiatan ini Titik mengharapkan perwakilan ormas yang hadir mengajak massanya untuk menyukseskan Pemilu. Caranya adalah dengan menggunakan hak pilih dan meninggalkan politik uang.

The subscriber's email address.