Lompat ke isi utama

Aksesibilitas TPS Belum Menjadi Prioritas Panitia Pemungutan Suara

Solider.or.id, Boyolali – Aksesibilitas masih belum menjadi perhatian Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK). Ini terlihat dalam bimbingan teknis (bintek) dan pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang dilaksanakan di Balai Desa Metuk, Mojosongo Boyolali.  Dalam kesempatan bintek ang dilaksanakan Jumat(18/3) lalu,  masih belum ada mekanisme pendampingan bagi pemilih lanjut usia, padahal sudah dihimbau oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengadakan sosialiasi Tempat Pemungutan Suara (TPS yang aksesibel.

Sutrisno dari PPK Mojosongo lebih banyak menerangkan pengerjaan administrasi dan syarat sah dan tidaknya suara. Dia juga menjelaskan tentang mekanisme pendampingan bagi pemilih berkebutuhan khusus. Salah satu peserta Sabar menanyakan tentang mekanisme pandampingan bagi pemilih lanjut usia (lansia).

“Bagaimana bagi orangtua yang kesulitan saat memilih dan meminta bantuan?” tanya pria warga dusun Sapiyan ini.

Di daerah ini banyak terdapat pemilih lansia yang termasuk dalam kelompok rentan. Diskusi mengenai lansia ini kemudian membawa pertanyaan tentang penyediaan TPS yang aksesibel. Baru setelah perdebatan muncul Sutrisno baru memberi arahan tentang pembuatan TPS yang aksesibel bagi difabel dan lansia.

Maryono, salah satu Ketua KPPS yang ditemui usai acara mengatakan bahwa sebelum ada usulan dari peserta untuk membahas aksesibilitas TPS PPK sama sekali tidak menyinggung topik ini. Baru setelah ada usulan dan perdebatan PPK baru memberi arahan tentang TPS aksesibel seperti apa. 

The subscriber's email address.