Lompat ke isi utama
Hari Perempuan Sedunia diperingati dengan penandatanganan kontrak politik caleg Bali.

Caleg Perempuan Bali Masukkan Difabilitas dalam Kontrak Politik

Solider.or.id, Bali- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Apik Bali bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sruti bersama calon legislatif perempuan lintas partai mengadakan gerakan dalam rangka peringatan Hari Perempuan Sedunia yang jatuh tiap tanggal 8 Maret. Kegiatan ini diselenggarakan pada 7 Maret 2014 di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali di Wantilan. Gerakan ini bertemakan membangun peradaban Indonesia yang bersih dari korupsi, bebas dari kemiskinan, bebas dari segala bentuk kekerasan dan rasa takut untuk mencapai keadilan dan kedaulatan bagi rakyat miskin, perempuan, dan kelompok marginal.

Forum ini mengangkat marginalisasi perempuan dalam kehidupan sosial masyarakat, termasuk juga perempuan difabel. Kegiatan ini juga menjadi momentum pembuatan kontrak politik dengan caleg perempuan. Dengan menghadirkan tiga narasumber, Dr. Sita T Van Bemmelen pemerhati dan penggiat masalah gender, dr. Luh Kartini penggiat lingkungan, dan Syahrudin Abas dari media massa forum berdiskusi mengenai hal-hal pokok yang akan dimasukkan dalam kontrak politik yang akan ditandatangani oleh caleg Perempuan.

Dalam kesempatan ini, difabilitas masuk dalam salah satu komponen kontrak politik. Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Cabang Denpasar Ariyani  mengatakan “Kami perempuan saja sudah dipandang lemah ditambah cap disabilitas semakin melemahkan posisi kami perempuan disabilitas, kami mengharapkan dengan adanya kontrak politik ini hak dari penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan benar-benar kami bisa akses, kami sangat berharap para Caleg Perempuan saat sudah menjadi Anggota Legislatif hanya duduk manis lupa akan kontrak politik yang kita buat hari ini”.

Ada `3 isi dari kontrak politik yang disepakati yang mengambil isu penyandang disabilitas yaitu :

  1. Pemenuhan hak kesehatan reproduksi dan seksualitas bagi penyandang disabilitas
  2. Pendidikan inklusi bagi penyandang disabilitas
  3. Ruang publik yang aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Luh Putu Anggreni ketua panitia kegiatan gerakan perempuan saat menutup acara menyerukan “Mari membangun peradaban Indonesia yang bersih dari korupsi,bebas dari kemiskinan, bebas dari segala bentuk kekerasan dan rasa takut untuk mencapai keadilan dan kedaulatan bagi rakyat miskin, perempuan dan penyandang disabilitas.” (Agustini)

The subscriber's email address.