Lompat ke isi utama

Pemilih Difabel Tidak Tercatat

Solider.or.id, Malang - Mendekati pemilihan umum pada 9 April mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyiapkan diri agar pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan itu berjalan lancar. Persiapan meliputi sarana serta prasarana pemilihan bagi setiap warga yang akan memilih nanti. Namun, sangat disayangkan KPU belum memiliki data jumlah difabel yang akan menyalurkan hak pilihnya mendatang.

Hal itu terjadi di Kecamatan Dau, Kabupten Malang. Menurut Suharti anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di tempatnya tidak ada data pasti jumlah difabel yang akan menyalurkan hak pilihnya.  "Dari Daftar Pemilu Tetap (DPT) belum ada Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang melaporkan jumlah difabel," kata Suharti di kantornya pada Selasa (4/3).  Padahal di Kecamatan Dau sendiri ada 10 desa yang memiliki populasi 63.424 dengan 48.774 warga memiliki hak memilih di 114 TPS.

Suharti mengkhawatirkan tidak adanya catatan jumlah difabel di tempatnya bisa menimbulkan jumlah golput apalagi fasilitas yang disediakan untuk difabel juga tidak efektif. "Pengennya tercover, tapi nampaknya difabel itu minoritas. Dulu difasilitasi oleh KPU namun kurang efektif. Hingga saat ini alat bantu untuk memilih bagi difabel belum dikirim," tambah Suharti.

Selain itu, menurut berita yang diwartakan Kompas,(KPU) Kabupaten Malang, Jawa Timur, tak menyediakan fasilitas bagi pemilih difabel untuk memilih calon legislatif (DPR). Fasilitas untuk pemilih difabel hanya disediakan untuk memilih calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pihak KPU Kabupaten Malang menyebutkan tidak bisa menyediakan fasilitas untuk pemilih difabel karena KPU pusat tidak menyediakannya.

"Yang disediakan oleh KPU pusat hanya fasilitas bagi pemilih difabel untuk mencoblos DPD. Fasilitas untuk memilih caleg (DPR dan DPRD) tidak tersedia," kata Komisioner KPU Kabupaten Malang, Totok Haryono, kepada kompas.com (Senin, 3 Maret 2014)

The subscriber's email address.