Lompat ke isi utama

Mayoritas Caleg Belum Memiliki Keberpihakan Bagi Difabel

Solider.or.id, Makasar - "Interaksi antara Caleg dan difabel baru sebatas berbalas sapa ketika berjumpa bukan teman diskusi. Interaksi juga masih lebih banyak dalam memberi sumbangan," jelas Ishak Salim peneliti dari Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB) dalam acara diskusi publik yang dilaksanakan pada akhir Februari di Makassar.

Pemilu yang substansif dengan memperlihatkan keberpihakan politisi kepada penyandang disabilitas menjadi kegelisahan tersendiri. Kelompok difabel Sulawesi Selatan bekerja sama dengan SIGAB melakukan survey terhadap politisi yang akan maju dalam pemilihan calon legislatif menemukan banyak temuan mengecewakan bahwa belum banyak caleg yang paham akan masalah difabilitas.
Forum diskusi yang digagas  oleh delapan organisasi di antaranya Forum Advokasi Penyandang Disabilitas (FAHAM PENCA), Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI), Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI), Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Persatuan Mandiri Kusta (PERMATA), Gerakan Kaum Tunarungu Indonesia (GERKATIN) dan Federasi Kelompok Penyandang Cacat Tubuh Indonesia (FKPCTI) ini  bertujuan mempertemukan caleg dengan pemilih difabel. Dalam rilisnya M. Sonny Sandra ketua FAHAM PENCA calon legislatif perlu duduk bersama memahami permasalahan disabilitas dan menggalang komitmen politik yang berpihak bagi difabel.
 

The subscriber's email address.