Lompat ke isi utama

Tingkatkan Kepedulian Hak Difabel melalui Media Massa

Solider.or.id, Jakarta- Bertempat di Hotel Pradana, Jalan Margasatwa 38B Rawamangun Jakarta Selatan, Majalah Diffa mengadakan penyegaran pelatihan jurnalistik selama dua hari, mulai 26 sampai dengan 27 Februari 2014. Kegiatan ini terselenggara atas dukungan dari International Labour Organization (ILO) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta. Selama pelatihan para peserta diberi pemahaman tentang isu disabilitas, sehingga diharapkan media massa memiliki kepedulian terhadap hak-hak difabel.

Yohanes Pakereng, perwakilan dari ILO bidang disabilitas mengatakan, “Media massa dalam memberitakan disabilitas diharapkan melihat dari semangatnya, bukan dari sosok yang perlu dikasihani”.

Pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta dari berbagai media seperti MNC TV, Sindo Radio, RRI,Solider, dan Majalah Sindo. Selain itu juga ada perwakilan dari komunitas difabel yaitu Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia ( HWDI) Jakarta.

Sementara Jonna Damanik selaku general manajer dari Majalah Diffa mengatakan bahwa, pelatihan ini adalah yang kedua kali, sebelum diadakan pelatihan tulisan yang berkaitan dengan penyandang disabilitas hanya sekitar 60 buah, tetapi setelah ada pelatihan kemudian meningkat menjadi lebih dari 100 tulisan. Hal itu diketahui dari penelitian sederhana yang dilakukan dia, sehingga dengan diadakannya pelatihan yang kedua ini, maka akan lebih meningkatkan jumlah tulisan tentang penyandang disabilitas di media massa.

Kemudian Nestor Tambunan salah seorang fasilitator menyampaikan bahwa, dalam melakukan pemberitahan tentang penyandang disabilitas, media massa jangan hanya melihat dari kulitnya saja, melainkan penyampaian yang lebih kritis. Sebagai contoh menulis seorang difabel netra yang berhasil lulus S2 dari luar negeri, seharusnya yang ditulis bagaimana perjuangannya dan kendala apa yang dialami.

 

The subscriber's email address.