Lompat ke isi utama
Tim SAR sedang memindahkan tenda pengungian di lokasi pengungsian Pujon, Kabupaten Malang.

Pengungsi Difabel di Kabupaten Malang Mayoritas Lanjut Usia

Solider.or.id, Malang- Sejak Meletus pada Kamis malam lalu (13/2) pada pukul 22.50, Gunung Kelud mengeluarkan debu vulkanik yang berdampak pada hampir seluruh Pulau Jawa. Warga di sekitar gunung yang pernah meletus pada 2007 tersebut diungsikan ke tempat yang aman. Salah satu tempat yang terkena debu vulkanik Gunung Kelud adalah daerah Kabupaten Malang, Kecamatan Pujon.

Beberapa posko pengungsian di dirikan di daerah Pujon untuk menanggulangi korban yang rumrahnya terkena hujan debu. Warga mulai dievakuasi pada Jumat pagi hingga malam. Di beberapa tempat pengungsian tersebut terdapat beberapa difabel yang ikut mengungsi. Ratuah, salah seorang pengungsi yang putrinya merupakan difabel daksa menjelaskan, dia dan anaknya dievakuasi pada pukul setengah tujuh malam. Dia dibantu beberapa mahasiswa yang menjadi relawan di Pujon. "Saat itu kami diajak pindah ke posko pengungsian oleh beberapa mahasiswa. Itu terjadi sekitar pukul setengah tujuh," ungkap perempuan asal Ngantang tersebut.

Pantauan media ini, belum ada data resmi dari pihak berwenang terkait jumlah difabel yang diungsikan. Setidaknya ada delapan difabel yang berada di posko-posko pengungsian. Seperti pada posko Rumah Sakit Lapangan di Poujon, SMP Katolik dan gedung kesenian di Kota Batu. Jumlah pengungsi difabel diperkirakan lebih dari delapan mengingat belum banyaknya posko yang tersebar.

Dari delapan difabel tersebut, kebanyakan adalah difabel netra. Sebagian besar berusia 60 tahun ke atas. Hanya ada satu difabel daksa yang berusia 33 tahun. Hingga berita ini diturunkan, suasana Pujon masih tertutup oleh tebalnya abu vulkanik Gunung Kelud. Pasokan makanan dan obat-obatan masih memenuhi. Informasi terakhir, tujuh orang meninggal di Kabupaten Malang.

The subscriber's email address.