Lompat ke isi utama
Slogan yang mengandung Sara di sebuah Rumah Makan di kota Yogyakarta

Raminten Minta Maaf atas Pemasangan Papan yang Diskriminatif

Solider.or.id, Yogyakarta- Bertempat di The House of Raminten, Kotabaru Yogyakarta, Senin (3/1/2014) delapan masyarakat peduli inklusivitas, Patricia Taslim, Emmy Liana Dewi, Fajar, Tata, Dita, Adrian, Lala, dan Harta, berdialog dengan manajer rumah makan (RM) tersebut. Hal tersebut dilakukan terkait dengan papan yang bertuliskan“Kami ini semua lulusan “SLB” kalau agak lama harap maklum karena kami kenthir”di beberapa titik rumah makan.

Manajer RM, Lisa dalam dialognya menyampaikan bahwa “Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, dalam hal ini RM tidak bermaksud ingin menyakiti siapapun, tapi kami berpikir bahwa itu semua adalah sebuah guyon , (lelucon-red) dan  kebanyakan pengunjung memang menganggapnya slogan tersebut lucu,” ungkapnya.

“RM ini memang terkenal lambat dalam pelayanan, maka dari itu kami membuat slogan tersebut untuk membuat permakluman dari para pengunjung RM kami. Dan “SLB” yang kami maksudkan adalah kepanjangan dari “Suka Lama Banget” bukan “Sekolah Luar Biasa”. Namun, benar bahwa ketika disandingkan dengan kata lulusan jadi bermakna tidak baik. Dalam dialognya Lisa menyadari kesalahan RM tersebut.

“Jika benar bahwa SLB yang dimaksud adalah “Suka Lama Banget” tambahkan saja kepanjangannya, sehingga tidak menimbulkan asumsi yang tidak seharusnya terjadi. Sebab, ketidaktahuan semua pengunjung tentang maksud SLB tersebut akan membangun asumsi bahwa anak SLB yang sesungguhnya dan lulusannya adalah orang yang lambat bekerja dan kenthir atau gila.“ Emmy Liana Dewi menyampaikan sebagai juru bicara.

RM akan Mengganti Slogan

Hasil dialog masyarakat peduli inklusivitas akan disampaikan kepada owner karena Lisa sebagai manajer tidak memiliki kekuasaan untuk memastikan sikap apa yang akan dilakukan. Dirinya mengatakan, “Dalam waktu satu atau dua bulan kami akan mengubah slogan tersebut, mencopot maupun menggantinya”.

Lisa juga mengatakan bahwa sebelumnya sudah ada beberapa kelompok masyarakat maupun personal yang memprotes adanya slogan tersebut. “Kami berjanji akan menindaklanjuti dengan sebaik-baiknya,”pungkas Lisa.

The subscriber's email address.