Lompat ke isi utama
Pengurus lama dan baru PPDKT di akhir peremuan rutin sekaligus pembentukan pengurus baru

LK2S Buka Lembaga Konsultasi

Solider.or.id. Sleman. Masa jabatan pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Kecamatan Turi (PPDKT) periode 2012-2014 telah berakhir pada bulan Januari 2014. Guna meneruskan perjuangan yang telah dirintis sejak didirikannya PPDKT pada tanggal 15 Maret 2009, maka diselenggarakan rapar bersama untuk memilih kepengurusan baru periode 2014-2016, pada Jumat (31/01/2014), bertempat di rumah salah seorang warga di dusun Kembang, Wonokerto, Turi, Sleman.

Rapat yang dihadiri empat puluhan anggota baik berasal dari kecamatan Turi maupun Pakem serta segenap pengurus ini mendapat apresiasi dari beberapa tokoh masyaarkat setempat seperti dukuh Kembang , lurah Wonokerto,  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinaskertrans) Sleman, Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LK2S) serta beberapa Lembaga Sosial Masayarakat diantaranya Sigab dan Fosdis. Sebelum melakukan pemilihan pengurus juga mendengarkan masukan-masukan dari para pejabat daerah setempat yang menghadiri undangan.

Pertemuan serupa sebenarnya adalah kegiatan rutin PPDKT tiap lapan (35 hari sekali, tiap minggu pahing), karena pada minggu pahing (2/2) bertepatan dengan kegiatan jambore kursi roda, maka kami memajukan kegiatan tersebut.” demikian ungkap Muhammad Ali, ketua PPDKT periode 2012-2014 membuka pertemuan.

Perhatian pemerintah daerah cukup dapat dirasakan warga difabel di PPDKT ini, antaranya pemberian alat bantu aktifitas harian, pemberian dana hibah sebesar Rp. 300.000,- per bulan serta telah diberikan bantuan berdirinya kelompok usaha bersama ekonomi (KUBE). Ali menghimbau agar dapat diteruskan kepemimpinannya oleh kandidat yang terpilih dengan transparan dan bertanggung jawab.

Dalam kesempatan tersebut perwakilan dari LK2S menyampaikan, bahwa LK2S akan bertindak sebagai partner dan memberikan bantuan berupa layanan konsultasi, dalam hal kasus tindak kekerasan dalam rumah tangga. “Apabila terdapat permasalahan dalam rumah tangga, sebisa mungkin diselesaikan secara kekeluargaan, akan tetapi apabila tidak menemukan titik solusi silahkan datang ke LK2S.” demikian Kasidi menyampaikan dalam pertemuan.

Pertemuan diakhiri dengan pembentukan pengurus baru melalui musyawarah yang menghasilkan kemufakatan sebagai berikut: Ketua oleh Puji Santosa, Sugeng sebagai sekretaris, Siti Komariah bendahara, Humas Sri Wahyuni, seksi tabungan Kamijo, seksi arisan Munarti dan seksi sosial Asih, dilanjutkan degan foto bersama pengurus lama dan baru.

Salah seorang anggota bernama, Dwi yang memiliki putri dengan kelainan Cerebral Palsy (CP) dalam wawancaranya mengatakan, “sangat bersyukur menjadi anggota PPDKT. Sebab saya dapat berkumpul dan bertukar pikiran dengan semama kawan baik difabel maupun non difabel, sehingga kami merasa kuat, dan saing memberikan semangat antar anggota. Pada tiap-tiap peertemuan diisi dengan kegiatan menabung dan arisan.”

"Anak saya ang berusia lima tahun ini belum sekolah, karena pernah mendafar di sebuah SLB dan  mendapatkan penolakan, sebab sekolah menyampaikan bahwa belum memiliki guru yang cukup untuk mendidik putrinya. Dengan harapan adanya perhatian  lebih dari pemerintah bagi keluarga yang memiliki anak difebel CP, tidak menutup kemungkinan bagi jenis disabilitas lainnya, Dwi mengisahkan pada  kontributor solider.

Sehubungan dengan CP yang memerlukan dana bantuan sepanjang hidupnya untuk melatih otot-otot mereka yang kaku, dirinya menggunakan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang dapat mencukupi seluruh biaya pengobatan dan perawatan..

The subscriber's email address.