Lompat ke isi utama
Difabel sedang mengikuti pelatihan

Difabel Masih Butuh Banyak Pelatihan Keterampilan

Solider.or.id,Bantul-Susilo (26), adalah salah seorang warga binaan Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD)Pundong, Bantul.Pria asal Gunungkidul ini menjadi seorang penyandang disabilitas sejak kecil, pendidikan yang dimiliki hanya sekolah dasar. Namun, semangatnya untuk maju sangat kuat, sehingga rela meninggalkan keluarga untuk mengikuti pelatihan desain grafis bersama beberapa orang penyandang disabilitas lainnya.

“Saya ingin mandiri Pak, meskipun tidak memiliki pendidikan tinggi,” ungkapnya singkat ditemui disela-sela mengikuti pelatihan.

BRTPD pada mulanya hanya menampung penyandang disabilitas jenis daksa, tetapi seiring perkembangan dan lebih meningkatkan pelayanan, maka warga binaan ditambah jenis disabilitas netra dan mental retradasi (tunagrahita). Namun, karena BRTPD adalah milik Provinsi DIY maka yang boleh menjadi warga binaan hanya penyandang disabilitas yang mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP) DIY dan usia produktif.

“Selama mengikuti pelatihan tidak dipunggut biaya sama sekali, bahkan mendapat berbagai fasilitas seperti akomodasi, pemeriksaan kesehatan dan modal usaha. Kemudian jenis ketrampilan yang ditawarkan meliputi  menjahit, komputer, design grafis,elektro, kerajinan perak dan kulit,” uja Pramujaya,kepala BRTPD.

Kemudian Fandi, salah seorang pendamping menambahkan bahwa kegiatan pelatihan dimulai setiap awal tahun, sementara lama pelatihan minimal satu tahun sehingga  setelah dilatih selama satu tahun, tetapi oleh instruktur belum dinyatakan menguasai maka diharuskan mendalami kembali. Hal ini dilakukan karena tujun yang ingin dicapai adalah menjadikan penyandang disabilitas mampu mandiri.

The subscriber's email address.