Lompat ke isi utama

Suyud Widodo: Keberadaan Dokter Soeharso Sangat Membantu Kami

Dilihat sekilas tidak tampak disabilitas Suyud, karena dia masih dalam posisi duduk. Namun ketike berdiri dia menunjukkan timpang di kakinya. Pria yang tinggal di Sukoharjo ini mengaku menjadi difabel setelah mengalami kecelakaan. Waktu itu dia terjatuh dari pohon yang mengakibatkan kaki sebelah kanannya cedera.

Adalah Suyud Widodo (59) seorang anggota KUBE Mekarjaya yang bekerja sebagai penjahit. Mekarjaya merupakan salah satu KUBE yang tergabung dalam Paguyuban SEHATI Sukoharjo. Dia menekuni pekerjaan yang diwariskan oleh orangtuanya sejak 1971. Pria yang tidak sempat menamatkan pendidikannya di SMP ini berbincang mengenang jasa dokter Soeharso.

 “Saya diobatkan ke dokter Soeharso, dulu di Jebres (RSUD dr. Moewardi –red). Berobatnya gratis mbak, cuma pakai surat keterangan dari pak lurah,” katanya.

Menurutnya dokter Soeharso yang dikenal sebagai bapak difabel ini adalah sosok yang ramah dan sabar. Dia banyak memberi bantuan bagi difabel, termasuk keringanan biaya seperti yang dialami Suyud. Masa dimana dokter ini maih hidup bisa dikatakan masa dimana keberadaan difabel di Solo diperhatikan, jauh berbeda dengan daerah-daerah lain. Bahkan hingga saat ini peninggalannya masih berguna bagi difabel, salah satu peninggalannya adalah Rehabilitasi Center (RC) Solo.

Generasi Penerus Dokter Soeharso

Sepeninggal dokter Soeharso saat ini kondisi difabel lantas tidak terpuruk. Putra-putranya yang meneruskan profesinya sebagai dokter masih memiliki keahlian maupun kepedulian yang tinggi, hampir sama dengan ayahnya. Dokter Tunjung Suharso merupakan putra dokter Soeharso yang juga menjadi pakar orthopedi.

Gunawan Wibisono (31) merupakan salah satu orang yang pernah mendapat penanganan langsung dari dokter Tunjung. Mengalami kecelakaan lalu lintas beberapa tahun silam dia mengalami patah pada kedua pahanya. Kondisi ini menyebabkannya harus menjalani pemasangan pen. Perawatan yang dijalaninya ditangani oleh dokter Tunjung.

Setelah mengalami kecelakaan ini, pria asal Mojosongo Boyolali ini memiliki kondisi yang hampir sama dengan Suyud.

Setelah beberapa tahun, Gunawan kembali mempercayakan penanganan operasi pengambilan pen ke dokter Tunjung. Dia mengaku selain penanganannya yang cepat dokter ini juga memberikan beberapa keringanan biaya, meski tidak sepenuhnya gratis seperti pada kasus Suyud.

“Untuk beberapa obat saya dibebaskan biayanya, keringanan lumayan banyak,” jelasnya menceritakan operasi pengambilan pen yang dilakukan bulan lalu.

The subscriber's email address.