Lompat ke isi utama

Sunarto, Difabel Daksa Mampu Menyulap Sampah Menjadi Kerajinan

Solider.or.id,Bantul- Sunarto dulunya adalah seorang lelaki perkasa yang berprofesi sebagai penjual siomay keliling,dia tinggal di Jejeran II, Wonokromo, Pleret, Bantul. Namun,56 detik Bantul diguncang gempa bumi telah mengubah hidup Sunarto. Sekarang dia menjadi seorang difabel yang harus menggunakan tongkat ketiak dalam beraktivitas, sehingga tidak dapat berjualan siomay lagi seperti dulu. Menjadi seorang difabel bukan berarti harus pasrah dengan berdiam diri, berbekal ketrampilan yang dimiliki Sunarto mampu membuat aneka kerajinan dengan bahan baku sampah bekas bungkus kemasan sachet seperti kemasan kopi, sabun cuci, dan lain-lain.
Ditemui disela-sela acara temu warga di Kelurahan Panjangrejo, pada Kamis (23/01) Sunarto mengatakan,” Saya sudah lama tidak bekerja di tempat orang lain karena pesanan yang datang ke rumah banyak bahkan sampai kerepotan melayaninya. Kalau mau mengajak teman menjadi karyawan takut kwalitas yang dihasilkan tidak bagus, sehingga merusak pasaran”.
Barang-barang yang dibuat Sunarto seperti dompet, tempat pensil dan tas.Semuanya dibuat dari bungkus kemasan plastik bekas yang sudah disambung-sambung dengan cara dijahit. Bungkus-bungkus tersebut diperoleh dari tetangga atau pedagang ankringan. Sementara harga dari kerajinan tersebut bervariasi mulai dari Rp 30.000 sampai dengan Rp 200.000 tergantung tingkat kesulitan pembuatannya.

The subscriber's email address.