Lompat ke isi utama
Rapat pengumpulan data pelatihan FKDB

Pelatihan Dinsosnakertrans Boyolali Belum Mengakomodasi Kebutuhan Difabel

Solider.or.id, Boyolali – Program pelatihan yang dijalankan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi di tahun 2014 ini belum mengakomodasi kebutuhan difabel. Kepala Bidang (Kabid) Sosial Dinsosnakertrans Boyolali, Hanik Nuril Qoyyimah menjelaskan program pelatihan tahun ini masih menjahit tingkat dasar. Hal ini diungkapkannya saat hadir dalam pertemuan Forum Komunikasi Difabel Boyolali (FKDB) di Kantor Dinsosnakertrans Senin (20/1/2014).

Hanik memaparkan dalam program 2014 ini Dinsosnakertrans telah membuat program pelatihan menjahit tingkat dasar yang dilaksanakan 3 kali. Program pelatihan di trimester pertama dan kedua akan diikuti 15 orang peserta sementara trimester ketiga diikuti sepuluh peserta. Jadi total peserta yang diikutkan dalam pelatihan ini sebanyak 40 orang.

Sebelumnya pihaknya telah menginstruksikan Ketua FKDB Sapto Priyono untuk melakukan pendataan terkait pelatihan yang dibutuhkan difabel. Namun pada rapat pengumpulan data yang telah dikumpulkan Koordinator Kecamatan (Korcam) secara sepihak Hanik menyatakan bahwa jenis pelatihan tahun ini telah diputuskan, usulan penyelenggaraan pelatihan lain baru bisa diusulkan untuk tahun depan.

“Karena nilai uang sudah dipatok 1,6 juta. Kesulitan kami adalah memberi alat untuk modal kerja,” katanya mengungkap alasan pemilihan pelatihan ini.

Seperti tahun-tahun sebelumnya Dinsosnakertans menyelenggarakan pelatihan menjahit tingkat dasar selama sebulan. Setelah selesai pelatihan setiap peserta dianggarkan dana 1,6 juta untuk membeli mesin jahit.

Sementara difabel menilai bahwa pelatihan menjahit yang selama ini dijalankan tidak efektif. Setelah selesai pelatihan mereka belum memiliki ketrampilan memadai untuk berwirausaha, meski telah ada mesin jahit. Kesulitan yang mereka alami adalah mereka belum memiliki ketrampilan untuk membuat pola pakaian dan tidak bisa memasarkan hasil.

Padahal dari data yang telah dikumpulkan, kebutuhan difabel beragam bukan hanya sekedar menjahit. Beberapa kebutuhan pelatihan yang mereka inginkan diantaranya: tata boga, pertukangan, sablon dan komputer. Untuk pelatihan menjahit mereka mengusulkan tingkat lanjut guna memperdalam hasil pelatihan yang telah mereka ikuti pada tahun-tahun sebelumnya.

The subscriber's email address.