Lompat ke isi utama
Maimunah dan anaknya.

Maimunah, Perjuangannya adalah Ibadah

Solider.or.id, Lombok Timur- Seorang ibu adalah sosok pejuang buat anaknya yang difabel untuk mendapatkan masa depannya. Setiap nafas anaknya selalu mempompa semangatnya untuk terus berjuang, walaupun diskriminasi masih mengintai.

 Itulah yang tergambar dalam keseharian  Maimunah (28) asal Desa Bagek Lunjer Kecamatan Sakra Barat Lombok timur ini.Ibu muda yang sudah ditinggal oleh suaminya yang meninggal tiga tahun silam ini terus berjuang untuk mendapatkan perawatan dan terapi buat putri semata wayangnya, Panya Aira (6) yang menyandang epilepsi sejak usia satu tahun.

Hanya mengandalkan pengasilan dari buruh tani yang tidak menentu ini, Maimunah secara berkala membawa anaknya ke dokter syaraf Rumah Sakit Umum Selong, Lombok Timur. Tak jarang Ibu muda ini harus pulang dengan hati kecewa karena tak punya cukup uang untuk berkonsultasi atau melakukan terapi. Sementara Bantuan dari pemerintah terkait, baik itu Dinas sosial atau Dinas Kesehatan sama sekali tak pernah berpihak kepadanya.

“Kadang sedih dan kecewa melihat tetangga yang justru orang berada dapat bantuan, sementara saya yang hidup terkadang dari belas kasihan orang lain hanya jadi penonton” tutur Maimunah waktu bertandang ke rumah kontributor Solider Lombok Timur (14/01) untuk meminta bantuan alat bantu penyangga tungkai kaki.

Maimunah tidak mau terlalu banyak berpikir tentang diskriminasi yang dilakukan pemerintah kepadanya. Baginya berusaha mengobati penyakit anaknya supaya bisa tumbuh seperti layaknya anak yang lain itu lebih penting. Apapun akan dia lakukan asal anaknya bisa tersenyum, terang Maimunah lebih lanjut. Anaknya bukan hanya menyandang epilepsy, tetapi ada kelainan di telapak kaki kanannya.

Sekarang di usia anaknya, Aira, sudah menginjak 6 tahun, mamimunah harus meluangkan waktu buat mengantar dan menjaga anaknya ke sekolah TK . “Dia (Aira) harus bisa seperti teman-temannya yang lain dan mudah-mudahan dia bisa “ harapnya.

Maimunah tak berharap apa-apa terkecuali kelak Aira bisa tumbuh seperti anak yang lain, bisa menimba ilmu dan hidup mandiri layaknya orang normal. “ Rasanya saya tak akan tenang sebelum bisa memastikan masa depan anakku “ jelasnya. (Lalu Wisnu)

The subscriber's email address.