Lompat ke isi utama

Sabar Menjadi Kunci Keluarga Dalam Merawat ABK

Solider.or.id, Surakarta – Miyoko  Matsumoto bertemu dengan  17 anak berkebutuhan khusus (ABK) dan keluarganya pada Jumat (3/1/2013). Perempuan yang telah lama menjalin kerja sama dengan Sekolah Autis Mitra Ananda ini menyempatkan diri berkunjung ke kantor Pusat Pengembangan dan Latihan Rehabilitasi Para Cacat Bersumberdaya Masyarakat (PPRBM) Solo dan membagi pengetahuan dengan keluarga yang memiliki ABK. Berkali-kali menerima keluh kesah keluarga dengan ABK perempuan asal Jepang ini selalu tersenyum seraya berpesan untuk senantiasa bersabar.

Dalam sesi konsultasi yang berlangsung selama lebih dari empat jam ini satu persatu keluarga ABK memaparkan kondisi anak mereka dan meminta beragam saran. ABK yang diajak konsultasi berusia satu hingga lima tahun, mereka merupakan penyandang autis dan cerebral palsy (CP).

Miyoko memberi saran dengan telaten bagi pengasuhan ABK. Selain berpesan untuk bersabar dia juga beberapa kali menekankan pentingnya bermain sebagai sarana untuk menumbuhkan kreatifitas anak. Pemberian makan menjadi perhatian Miyoko mengingat mereka masih dalam tahap pertumbuhan. ABK memerlukan cara tertentu dalam makan, beberapa dari mereka masih harus disuapi. Dalam sesi ini tidak jarang Miyoko memberi arahan posisi menyuapi yang benar sehingga mereka bisa makan dengan baik.

Miyoko juga tidak segan menegur para orangtua yang melakukan kekeliruan dalam mengasuh ABK. Seperti pada kasus Raffi seorang penyandang CP. Dalam usianya yang telah mencapai lima tahun Raffi belum bisa berjalan, oleh karena itu ibunya memberi fisoterapi dalam porsi yang cukup besar, dua kali sehari. Padahal Raffi anak yang pintar, tapi karena fokus ibu hanya untuk membuatnya bisa berjalan maka hal lain jadi terabaikan.

“Raffi pintar jadi ibu harus lebih mengoptimalkan itu. Jangan focus agar dia bisa berjalan, jadi waktu hanya dihabiskan untuk fisioterapi saja,” saran Miyoko dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan oleh penerjemah yang mendampinginya.

Pardiyo, Kepala Sekolah Mitra Ananda yang ditemui di sela-sela kegiatan menuturkan bahwa Miyoko adalah konselor dengan pengalaman mengajar di pendidikan setara Taman Kanak-kanak (TK) khusus di Jepang. Perempuan ini telah memiliki pengalaman selama 40 tahun berinteraksi dengan ABK dengan keahlian khusus dalam terapi wicara.

“Kita kerja sama dengan Miyoko secara pribadi bukan lewat lembaganya. Biasanya akhir tahun seperti ini dia berlibur ke Bali, sambil liburan dia juga memberi pelatihan dan seminar. Kedatangannya ke sini atas biaya sendiri, ini seperti CSR (Corporate Social Responsibility-red) dia begitu,” papar Pardiyo.

The subscriber's email address.