Lompat ke isi utama
workshop Advokasi Pendampingan Difabel Bersama Fosdis di Savita Inn, Sabtu (4/1/2014)

Membangun Ekonomi Inklusif

Solider.or.id. Yogyakarta. Bertempat di Savita In, Jalan Palagan Tentara Pelajar, Foundation for Self-Realiance of Disabled People (Fosdis) bekerj asama dengan Handicap International (HI) menggelar workshop peningkatan kualitas dan mata pencaharian bagi difabel, dengan tema “Advokasi Pendampingan Difabel dalam Mata Pencaharian dan Ketenagakerjaan untuk Pembangunan Ekonomi yang Eksklusif” pada Sabtu (4/1/2014).

Ketua FOSDIS, Maria Muslimatun menyampaikan, dengan adanya workshop diharapkan bisa diperoleh identifikasi permasalahan di lingkungan difabel, tentang apa saja yang diperlukan dan bagaimana meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) difabel. Selanjutnya dapat disusun masukan-masukan pada pemerintah agar tercipta pembangunan ekonomi yang inklusif. Keterlibatan pemerintah dan pelaku bisnis berperan penting dalam peningkatan kualitas usaha mandiri dan kesiapan difabel di lapangan pekerjaan.

Workshop ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas yang belum memadai sebagai bekal untuk hidup mandiri, berkarya, dan berusaha. Setelah mengikuti pelatihan dan kembali pada keluarga, penyandang disabilitas belum memiliki keberanian dan kepercayaan diri untuk bekerja meupun berusaha sesuai dengan keterampilan yang telah dimilikinya. “Kebanyakan difabel belum dapat menjalankan usaha madiri secara optimal, serta belum dapat mengakses lapangan kerja. Persoalan ini masih perlu dicari tahu penyebabnya,” Maria menambahkan.

Workshop yang melibatkan 30 peserta, terdiri dari difabel di Kabupaten Sleman, orang ua yang memiliki anak difabel, pelaku bisnis yang sudah melibatkan difabel, dan difabel yang sudah berhasil dalam usahanya, berhasil mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan difabel dalam usaha mandiri. Selanjutnya hasil identifikasi dan harapan-harapan difabel akan diteruskan kepada pemerintah sebagai pemangku kebijakan dan dunia usaha dan industri, pada workshop berikutnya.

 

 

 

The subscriber's email address.