Lompat ke isi utama

Kebijakan Perlindungan Anak di Annika Linden Centre

Solider.or.id, Denpasar- Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh WHO 3 sampai 4 persen anak-anak disabilitas pernah mengalami korban pelecehan baik itu emosional dan kekerasan fisik.  Sebagai dukungan mengurangi jumlah anak -anak yang mengalami kekerasan AusAid sebagai salah satu program bantuan yang berasal dari pemerintah Australia mewajibkan yayasan-yayasan yang memiliki relawan dari Australia untuk menjalankan Kebijakan Perlindungan Anak. Khusus untuk Annika Linden Centre ruang lingkup penerapan kebijakan ini adalah meliputi Puspadi Bali, YPK Bali, dan Y-Hub.

Penerapan Kebijakan Perlindungan Anak menjadi sangat penting karena setiap anak memiliki hak mendapatkan perlindungan dan masyarakat memiliki  tanggung jawab untuk memberikan keamanan tersebut kepada anak-anak. Yayasan Puspadi Bali, YPK Bali, dan Y-Hub menjadi fokus sosialisasi ini karena yayasan-yayasan tersebut adalah yayasan yang bekerja dengan anak-anak disabilitas. 

Sharon Cates sebagai salah seorang relawan dari AVID mengatakan "Sosialisasi tentang kebijakan perlindungan anak diberikan dengan tujuan semua staf dan relawan yang bernaung di Annika Linden Centre bisa mengenali adanya kekerasan pada anak, bisa memberikan bantuan kepada anak-anak tersebut dan yang lebih penting adalah bagaimana mengurangi resiko terjadinya kekerasan terhadap anak-anak". 

Kegiatan sosialisasi ini meliputi penjabaran dari bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak-anak, yaitu kekerasan secara fisik, emosional dan seksual. Staf juga diajarkan untuk mengenali tanda-tanda anak-anak yang mengalami kekerasan baik dari perubahan fisik  anak maupun perubahan emosional. Dalam hal interaksi dengan pasien anak-anak staf diajarkan manajemen resiko untuk mengurangi resiko terjadi kekerasan terhadap anak-anak selama staff tersebut memberikan pelayanan terapi maupun yang berkaitan dengan alat bantu mobilitas.

Lebih lanjut Sharon Cates menambahkan "Bahwa dalam penerapan kebijakan perlindungan anak, staff diharapkan tetap menggunakan akal sehat dan tidak tergesa-gesa memberikan penilaian tindakan-tindakan yang mana yang termasuk kekerasan terhadap anak ". Hal ini menjadi penting karena terkait dengan tujuan akhir dari kegiatan ini yaitu staff bisa melaksanakan prosedur pelaporan apabila menemukan kasus anak yang mengalami kekerasan. (Agustini)

The subscriber's email address.