Lompat ke isi utama
Gambar tongkat aluminium dan tongkat stainless

Perbandingan Tongkat Ketiak Aluminium dan Stainless

Tongkat merupakan alat bantu yang mutlak harus ada bagi seorang penyandang disabilitas, khususnya tunadaksa. Kebutuhan akan tongkat bagi seorang penyandang tunadaksa seperti kebutuhan seorang dokter pada stetoskop. Seorang dokter akan sangat membutuhkan stetoskop untuk melakukan pendeteksian awal penyakit pasien. Banangkan jika seorang dokter tidak memiliki stetoskop, tentu setiap pasien diharuskan melakukan pemeriksaan kesehatan dasarnya di laboratorium, dan hal itu sudah pasti membutuhkan waktu serta hasil yang lebih lama. Begitu juga ketergantungan penyandang tunadaksa pada tongkat. Jika tidak ada tongkat, seorang penyandang tunadaksa tentu akan sangat kesulitan dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Ada berbagai macam tongkat yang digunakan oleh penyandang tunadaksa. Ada tongkat ketiak atau aksila, tongkat strutters, tongkat penopang lengan, tongkat kaki segitiga dan lain-lain. Tentu saja jenis tongkat yang dibutuhkan tergantung pada jenis disabilitas yang dialami seorang penyandang tunadaksa. Pada tulisan ini, saya hanya akan mengulas perbandingan dari tongkat ketiak aksila aluminium yang banyak dijual bebas dan tongkat ketiak dari bahan besi stainless yang diberikan oleh rumah sakit umum (dalam kasus ini tongkat tunadaksa yang dapat diperoleh di rumah sakit umum Zainal Abidin Banda Aceh) untuk penyandang tunadaksa kaki yang masih dapat berjalan dengan menggunakan tongkat.

 

Kedua jenis tongkat yang saya sebutkan diatas saat ini banyak digunakan oleh penyandang tunadaksa di Aceh. Tongkat ketiak aluminium dijual bebas di pasaran. Setiap penyandang tunadaksa bebas membelinya. Tongkat jenis ini sudah lebih dahulu populer dan dikenal tidak hanya penyandang tunadaksa, orang-orang yang mengalami kendala mobilitas pasca kecelakaan juga sering menggunakannya. Tongkat ketiak stainless (biasanya bantalannya warna pink) hanya bisa diperoleh dirumah sakit umum. Berikut beberapa perbandingan yang saya coba ulas dari beberapa aspek.

Bahan dan Bobot Tongkat

Tongkat ketiak aluminium bahannya tentu saja terbuat dari aluminium berongga ringan. Penyangga ketiak terbuat dari bahan plastik keras yang dilapisi bantalan karet. Bantalan alas tongkat terbuat dari bahan karet yang cukup lunak. Penyangga tangan juga dilapisi bantalan karet yang cukup lunak. Sedangkan tongkat ketiak stainless, bahan utamanya terbuat dari besi keras berongga yang dilapisi stainless (bahan anti karat). Penyangga ketiak dilas langsung dengan besi yang dibalut bahan sterofom keras kemudian bagian atasnya dilapisi karet spon yang lembut. Begitu juga pada bagian penyangga tangannya. Untuk alas tongkat terbuat dari bahan karet yang lebih keras dari tongkat aluminium. Untuk ukuran tongkat yang sama, dari sisi bobot tongkat ketiak stainless sedikit lebih berat dari tongkat ketiak aluminium. Kedua tongkat yang pasti terbuat dari bahan anti korosi.

 

Bentuk dan Ukuran

Tongkat ketiak aluminium bentuknya bulat secara keseluruhan. Untuk ukuran ada tiga jenis ukuran, S, M dan L. Ukuran S panjang 137 cm – 158 cm. Ukuran M, panjang 158 cm – 178 cm.  
Ukuran L, panjang 179 cm – 198 cm. Pengguna dapat mengatur ukuran tongkat melalui tombol ukuran yang sudah ada. Dapat ditinggikan dan dapat diturunkan, sesuai dengan kenyamanan pengguna. Untuk tongkat ketiak stainless, bentuk permukaan tongkat persegi empat secara keseluruhan. Untuk ukuran tidak dapat dirubah/disesuaikan sesuka hati. Ukuran tongkat diperoleh dengan cara mengukur langsung dirumah sakit sesuai kenyamanan pengguna. Sewaktu pengguna tongkat mengajukan permohonan untuk memperoleh tongkat dari rumah sakit umum, petugas medis pembuat tongkat akan mengukur tongkat sesuai kenyamanan pengguna. Kemudian tongkat akan dibuat berdasarkan ukuran tersebut.

Nilai Estetika

Jika melihat dari sudut pandang estetika tentu jawabannya relatif. Setiap pengguna tongkat memiliki pandangan yang berbeda. Ada yang lebih suka model tongkat ketiak aluminium dan ada juga yang lebih suka model tongkat ketiak stainless. Semua tergantung dari sudut pandang penilaian masing-masing pengguna. Tapi dari segi warna, sepertinya baru ada tongkat dengan keluaran bantalan warna pink yang ada dipasaran. Yaitu yang dikeluarkan oleh RSUZA Banda Aceh, dan tentu saja tongkat tersebut lebih terlihat “eye catching”.

Cara Memperoleh

Tongkat ketiak aluminium dijual bebas di toko-toko peralatan kesehatan. Setiap orang dapat membeli tanpa memerlukan surat rekomendasi dari siapapun. Pembelian pun dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan kebutuhan pengguna. Untuk tongkat ketiak stainless, hanya dapat diperoleh dirumah sakit umum dengan terlebih dahulu harus melalui pemeriksaan dokter ahli di rumah sakit. Prosesnya adalah, pengguna tongkat terlebih dahulu harus meminta surat rujukan dari pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) tempat dia tinggal. Dalam surat rujukan tersebut dijelaskan bahwa yang bersangkutan adalah benar penyandang tunadaksa dan memerlukan alat bantu tongkat. Surat rujukan dari Puskesmas kemudian di bawa kerumah sakit umum. Dokter ahli rumah sakit umum kemudian akan melakukan pemeriksaan kondisi disabilitas pemohon tongkat. Selanjutnya dokter ahli akan membuat surat rekomendasi kepada bagian pembuatan tongkat agar pemohon dibuatkan tongkat sesuai dengan ukurannya.

Harga

Harga tongkat ketiak aluminium yang dijual bebas dipasaran bervariasi. Sesuai dengan kualitas dan ukuran dari bahan tongkat tersebut. Harga tongkat ketiak aluminium yang dijual bebas berkisar antara Rp. 170.000 s/d Rp. 500.000. Sedangkan untuk tongkat ketiak stainless keluaran rumah sakit umum tidak dikenakan harga alias gratis. Pemohon tongkat hanya perlu melampirkan salinan kartu tanda penduduk (KTP) dan foto copy kartu keluarga (KK) sebagai bukti pemohon tongkat memang penduduk Aceh yang sudah dijamin kebutuhan pelayanan kesehatannya pada jaminan kesehatan Aceh (JKA).

Pengalaman Pengguna

Banyak penyandang disabilitas tunadaksa pengguna tongkat ketiak aluminium yang mengajukan permohonan untuk dibuatkan tongkat ketiak stainless di RSUZA Banda Aceh. Sebagian dari mereka penasaran dengan model tongkat dari RSUZA tersebut, sementara sebagian lagi direkomendasikan oleh teman-teman penyandang disabilitas yang sudah memiliki tongkat tersebut. Di samping harganya gratis, bentuk tongkat juga lebih kokoh dan proses mendapatkannya juga tidak rumit dan membutuhkan waktu yang lama.

Ifwan, seorang penyandang disabilitas tunadaksa pengguna tongkat ketiak, yang dulunya menggunakan tongkat ketiak aluminium, kini beralih menggunakan tongkat ketiak stainless keluaran RSUZA Banda Aceh. “Tongkat ketiak stainless bentuknya lebih kokoh. Tongkat ketiak aluminium terasa bergetar ketika saya pakai karena bobot badan saya yang berat” kata Ifwan. Begitu juga pengakuan Hendra, salah seorang pengguna tongkat ketiak lainnya. “Saya memakai tongkat ini, dan rasanya nyaman. Mengurus permohonannya juga mudah, makanya saya sangat ingin mendapatkan tongkat ini, ” kata Hendra menjelaskan.

Berdasarkan pengamatan penulis, para pengguna tongkat ketiak stainless juga tidak memberikan komentar negatif pada tongkat mereka. Dari sepuluh orang lebih pengguna tongkat ketiak stainless yang penulis tanyai, mereka tampak cukup puas dengan tongkat tersebut. Ketika penulis mengamati langsung tongkat stainless tersebut, memang tampak tongkat lebih kokoh dari tongkat aluminium. Walaupun bobotnya agak sedikit lebih berat dari tongkat ketiak aluminium. Penggunanya juga nyaman karena ukurannya telah disesuaikan dengan tubuh pengguna. Mungkin tongkat ketiak stainless keluaran RSUZA Banda Aceh ini dapat menjadi alternatif pilihan penyandang disabilitas tunadaksa di Aceh. Selamat mencoba.(Ade S.)

 

 

 

 

The subscriber's email address.