Lompat ke isi utama

Difabel Tuli Korban Perkosaan Sempat Alami Pemukulan

Solider.or.id,Sukoharjo - Pengadilan Negeri Sukoharjo melaksanakan pemeriksaan saksi kasus perkosaan  terhadap S, difabel tuli , melibatkan tersangka Sukino (50) warga Mojolaban Sukoharjo.Pemeriksaan tersebut diketuali oleh  MH. Winarto SH, dengan anggota Y. Teddy Windiartono SH dan Evi Fitriastuti SH berlangsung selama 1,5 jam.  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yeni Astuti SH  memberi keterangan, “Hari ini agenda sidang adalah mendengarkan keterangan para saksi yakni saksi korban, saksi pelapor dan dua orang saksi lainnya.”

Pada sidang pertama Rabu, (11/12) Sukino dijerat  dakwaan primer pasal 285 KUHP  tentang kasus perkosaan dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara  dan subsider  pasal 297 KUHP  dengan ancaman hukuman  maksimal 6 tahun.

Telinga kiri S tidak berfungsi sama sekali sedangkan pendengaran sebelah kanan hanya berfungsi 30 persen akibat kecelakaan sewaktu kecil. Sejak sidang pertama,S  didampingi oleh tetangganya yang bertugas sebagai penerjemah atau pembisik kuping karena keterbatasan pendengaran saksi korban. Saksi korban dan saksi pelapor serta dua  saksi lainnya didampingi oleh Diah Roosmawati dan Wisnu dari PPRBM Solo. Kasus ini pertama kali ditemukan oleh Ruswanto, seorang tokoh masyarakat dari Aliansi Peduli Perempuan Makmur (APPM).

Sempat terjadi pemukulan

Peristiwa  itu terjadi  Selasa 3 September 2013 pukul 19.00 saat korban berjalan menyusuri desa. Dari belakang korban dikuntit oleh tersangka yang berkendara sepeda. Sesampai di persawahan dan dekat gubuk, korban lalu ditarik dengan paksa serta mengalami pemukulan pada tubuhnya untuk melayani hasrat bejat laki-laki beranak-istri tersebut. Korban kemudian berontak dengan memukul balas namun tersangka yang kalap tetap memperdayainya.

Sesudah mengalami kejadian tersebut, korban kemudian melapor kepada majikannya. Majikannya mencari keterangan kepada pedagang angkringan di sekitar tempat kejadian. Berdasarkan keterangan dua orang saksi, diperoleh keterangan bahwa saksi melihat tersangka mengendarai sepeda membuntuti S, setelah melihat perempuan itu melewati angkringan.

Selang sejam setelah kejadian, korban beserta majikannya serta para saksi dengan membawa barang bukti kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mojolaban. Laporan diterima kemudian disarankan untuk melakukan pemeriksaan visum dokter.

Diceritakan oleh pendamping korban,jika  sejak mengalami peristiwa tersebut korban mengalami trauma dan depresi serta sempat tinggal di ‘Rumah Aman’ selama dua bulan untuk menghindari intimidasi dari pihak keluarga terdakwa yang notabene adalah tetangganya.  Korban dan para pendampingnya juga sempat berkonsultasi dengan psikiater di Rumah Sakit Jiwa Surakarta.

Seusai sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yeni Astuti SH memberi penjelasan  jika agenda sidang ketiga adalah Kamis (26/12)  “Kami akan mendengarkan keterangan terdakwa,” pungkas Yenni.

The subscriber's email address.