Lompat ke isi utama

Psikolog Siap Dampingi Roy Benry

Solider.or.id, Surakarta- Roy Benry (20) adalah satu dari 235 siswa Balai Besar Rehabilitasi Bina Daksa (BBRSBD) Surakarta. Di penghujung November, tepatnya 26/12  Roy membuat gempar warga Guwosari Rt 02 Rw XXVII karena dia menaiki menara provider setinggi 50 meter. Menara yang letaknya tak jauh dari sekolah dipanjatnya hingga puncak. Beruntung warga segera bertindak, Roy diamankan oleh petugas SAR UNS serta PMK Surakarta.  “Roy saat ini masih dalam keadaan labil, tetapi  kondisi cukup membaik. Ada situasional yang mengakibatkan emosi sesaat ketika mendengar pemutusan hubungan pacar.  Roy berlatar belakang anak jalanan dan tidak punya keluarga. Dia ditampung oleh orangtua pacarnya,” ungkap Erna Indarti, pekerja sosial yang mendampingi Roy.

Dijelaskan oleh Erna Indarti bahwa Roy sebelumnya bukan difabel dan diasuh oleh oleh orangtua asuhnya di Siak, hingga sebuah kecelakaan membawa kaki kiri bawah lutut diamputasi. Selama empat tahun dalam pengasuhan orangtua angkatnya, Roy menjalin hubungan kasih  dengan putri  orangtua angkat tersebut.

“Beberapa bulan bersekolah di sini, ada dinamika, yaitu bertambah banyak  teman perempuan sehingga menimbulkan suatu kesalahpahaman yang berujung terjadi pemutusan hubungan kasih secara sepihak. Usai ditelepon oleh orangtua angkatnya, Roy merasa nyaris putus asa terutama bagaimana dia menghadapi masa depannya kelak. Hal ini diungkap secara terbuka oleh Roy saat malam peringatan Hari Difabel Internasional Selasa (3/12) ” papar Erna.

Erna yang mendampingi sejak assessment awal Roy bersekolah di BBRSBD mengatakan jika Roy anak yang bersemangat tinggi, cukup agresif dan mampu menyerap semua pelajaran(pelatihan) dengan sangat baik. “Setelah kejadian, dia lebih terbuka mengungkapkan masalahnya. Lalu ada pendekatan dari Kabag Rehabilitasi, Pak Parwoto yang baru menjabat bulan Oktober lalu, bahwa Roy selesai program akan ditanggung dengan diberi pekerjaan. Tentu ada koordinasi dulu dengan dinas sosial Riau yang mengirimnya. “ tutur Erna.

Ditemui terpisah, Kliwon, Psikolog BBRSBD memberikan keterangan. “Kejadian yang dialami oleh Roy semacam rasa ingin mencari perhatian. Ini pembelajaran juga buat kami yang selama ini, nyaris 24 jam melayani anak-anak. Termasuk untuk bimbingan dan konseling,”pungkas Kliwon. 

The subscriber's email address.