Lompat ke isi utama
Jumpa Pers Awak Media dengan Komnas Perempuan

Media Harus Sensitif Gender dan Disabilitas

Solider.or.id. Yogyakarta-Komisi Nasional Anti Kekerasan (Komnas) Perempuan mengundang sejumlah media, baik cetak maupun online di Bale Ayu Resto, Timoho, Selasa malam (10/12). Pertemuan juga menghadirkan lembaga swadaya masyarakat (LSM) peduli difabel dan perempuan di antaranya Ciqal, Karinakas, LBH Yogyakarta, Dyah Resko Utami, dan Rifka Annisa. Kegiatan ini mengakhiri peringatan 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan (HAKTP).

Mengawali diskusi dan tanya jawab, Komisioner Komnas Perempuan, Andy Yentriyani menyampaikan harapan untuk menyegerakan penanganan yang mumpuni bagi korban perempuan dan difabel. Menurutnya, peran media sangat penting dalam menempatkan perempuan dan difabel sebagai korban.

"Media harus lebih persepektif terhadap perempuan dan disabilitas. Menggunakan diksi yang yang sensitif terhadap gender dan disabilitas, serta tidak hanya menjangkau wilayah perkotaan saja. Setiap kalimat yang dituliskan oleh awak media akan menentukan penyelesaian terhadap kasus yang terjadi,” tambah Nuning dari Ciqal.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Bambang memberikan tanggapannya, “Memang belum semua jurnalis memiliki sensitivitas tehadap isu gender dan disabilitas. Kalaupun reporternya bagus, kadang-kadang redakturnya yang yang tidak paham. Dan sering pula terjadi pengubahan tulisan oleh redaktur yang tidak sesuai dengan hasil reportase di lapangan. Ini adalah tantangan bagi AJI untuk lebih memperbaiki diksi yang sensitif terhadap gender dan disabilitas.”

“Berbagi peran antara awak media dengan difabel dan perempuan korban, LSM, Difabel People’s Organisation, jaringan peremuan itu penting. Dampak yang ditimbulkan akan lebih masif apabila segala sesuatu dikerjakan bersama-sama,” ujar Andy mengakhiri pertemuan.

The subscriber's email address.