Lompat ke isi utama

Pelibatan Orangtua dalam Pendampingan Anak Autis

Solider.or.id, Surakarta- Yayasan Masyarakat Peduli Autis Indonesia dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengadakan “Pelatihan Perintis Jakarta Ramah Autis” di kantor Bina Marga Cipayung Jakarta. Salah satu peserta pelatihan, Agnes Widha (40), salah seorang aktivis  di Indonesia Difable Care Community (IDCC) Solo menceritakan pengalaman keterlibatannya.

“Pelatihan ini adalah langkah lanjutan pencanangan Jakarta Rumah Autis. Selain itu bertujuan untuk menyediakan sumber daya manusia yang mengerti, memahami dan mampu mendampingi anak autis, khususnya sektor pendidikan, guna terciptanya kota dengan masyarakat yang inklusif,” ungkap Agnes dalam wawancara pada Jumat (22/110)

Agnes mengungkapkan bahwa pendampingan ditekankan pada pembelajaran sedini mungkin dan seintensif mungkin dengan berdasarkan pada kekuatan keluarga terutama keluarga inti. Materi pembelajaran memfokuskan kepada langkah awal kemandirian pribadi si anak autis yaitu kemandirian dasar seperti  makan, minum, memakai atau melepas baju sendiri, toilet training, melepas sepatu.

Khusus untuk  untuk keluarga dengan anak autis yang tidak mampu membayar biaya terapi, Perintis (sebutan Perintis Jakarta Rumah Autis) memiliki tanggung jawab untuk mendampingi baik secara langsung ataupun tidak langsung.  Perintis melakukannya tanpa ada subsidi biaya atau dana dari pemerintah DKI maupun yayasan. Sedangkan untuk pengayaan dan alat penunjang Perintis mendapat dukungan dari Yayasan MPATI.

“Langkah lanjutan oleh pemerintah DKI setelah pelatihan adalah berdirinya Panti Autis yang berada di bawah tanggung jawab departemen sosial, di mana para keluarga yang tidak mampu bisa mengakses pemahaman, penanganan dan pendampingan.,” tambah ibu dari Elfram Gryffindor (8).

The subscriber's email address.