Lompat ke isi utama
Foto Muhammad ISmail

Mohammad Ismail: Advokasi Difabel dari Badan Otonom Belum Kuat

Solider.or.id, Yogyakarta-Ditemui di sela-sela pelatihan jurnalistik Solider tahap ke-2 di Hotel Galuh Prambanan Klaten Sabtu (16/11/2013), Mohammad Ismail, salah seorang panitia dan aktifis difabel menyatakan bahwa lembaga otonom masih belum kuat untuk advokasi hukum bagi difabel. “Selain itu kendala lain yang saya hadapi adalah saat Deaf Volunteer Organization (DVO) belum semuanya paham soal hukum kala pendampingan terhadal difabel tuli yang sedang menghadapi masalah hukum, ” tuturnya.

Pria kelahiran 6 Maret 1976 lulusan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung yang bekerja di SIGAB sejak Agustus 2013 ini aktif di Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (Gerkatin) Solo dan duduk sebagai penasihat. Beberapa pendampingan hukum bagi difabel pernah dilakukannya anatara lain : Turut mengadvokasi kasus perkosaan terhadap siswi SLB di Sukoharjo, Kasus perkosaan pada difabel tuli yang dilakukan oleh empat orang di Solo, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami oleh difabel tuli di Jakarta.

Ismail pada 9 sampai dengan 26 Oktober 2013 melakukan Shadow Report CRPD  ke Australia bersama enam penyandang disabilitas lainnya, Sebelumnya pada tahun 2005 dia juga pernah melakukan perjalanan ke Thailand dalam suatu program.

The subscriber's email address.