Lompat ke isi utama

Pemerkosa Gadis Difabel Terancam Delapan Tahun Penjara

Solider.or.id, Malang - Menindaklanjuti kasus pemerkosaan seorang gadis difabel yang terkuak pada 14 November 2013, kontributor Solider wilayah Malang mendalami kasus tersebut ke Polres Malang pada Jumat (22/11). Dalam keterangnnya, Kasat Reskrim AKP Muhammad Aldy Sulaeman menjelaskan bahwa tersangka dijerat Pasal 285 dan 289 KUHP dengan hukuman kurungan  maksimal delapan tahun penjara.

Korban yang masih berusia 19 tahun diperkosa oleh Sanam Pramono (60) di rumahnya, Kecamatan Jabung. Menurut keterangan petugas berwenang, kronologi peristiwa bermula saat korban mencari Bunga Kamboja di sebuah makam di Kota Malang. Melihat korban seorang diri, tersangka mendekati lalu mengiming-imingi korban dengan uang.

Dihimpun dari berbagai sumber, tersangka ditengarai memberi minuman jenis anggur kepada korban sebelum memperkosanya sebanyak dua kali. Pemerkosaan pertama terjadi pada pukul 12 malam. Sedangkan yang kedua pada pukul 2 pagi. Saat dikonfirmasi di Polres Malang, tersangka menyangkal jika memberi minuman jenis anggur kepada korban. Tersangka justru mengatakan bahwa korban yang minta minuman.

Sampai berita ini diterbitkan, korban belum bisa ditemui karena masih berada dalam bimbingan konseling oleh tim psikologi Polres Malang. Hal itu ditempuh untuk menenangkan kejiwaan korban yang mengalami retardasi mental berat.

Dihimpun dari pihak lain, tindak pelecehan anak di Kabupaten Malang cenderung meningkat setiap tahunnya. “Tahun ini saja, presentasi kekerasan dan pelecehan terhadap anak naik sekitar 60 persen. Sedangkan untuk korban yang difabel naik sekitar 10 hingga 20 persen,” ungkap Umi Khorirotin dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Malang (P2TP2A).

Saat ini Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sedang dalam proses penyelesaian di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA). Rencananya BAP akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Malang pada Senin mendatang. “Insya Allah Senin sudah dilimpahkan ke kejaksaan,” ungkap Sulaiman mengakhiri.

The subscriber's email address.