Lompat ke isi utama
Pelatihan Kecantikan bagi Perempuan Difabel Bersama HWDI Provinsi DIY

Pelatihan Kecantikan bagi Perempuan Difabel Bersama HWDI Provinsi DIY

Sleman,solider- Himpunan Wanita Difabel Indonesia (HWDI) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan pelatihan kecantikan bagi perempuan difabel pada Minggu (8/9/2013) bertempat di Sanggrahan Condongcatur Sleman,. Pelatihan ini dihadiri perwakilan seluruh anggota dari Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul, Sleman dan Kota Yogyakarta.

Eni, tuan rumah sekaligus pengurus HWDI Sleman mengatakan bahwa  pelatihan ini bertujuan untuk mengisi kegiatan rutin yang diadakan setiap dua bulan sekali. Pelatihan kecantikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan difabel. “ Setiap pertemuan rutin selalu diisi pelatihan dengan tema yang berbeda,” ungkap Eni.

“Pembicara dari pelatihan adalah seorang perempuan difabel yang telah sukses merintis usaha salon. Diharapkan dengan menghadirkan perempuan difabel maka akan mampu memberi motivasi tersendiri bagi anggota HWDI untuk mandiri,” tambah Nurhayati,salah seorang pengurus.   

Sementara itu sambil mempraktekkan meriah wajah salah seorang peserta, Titin selaku pembicara mengatakan kepada peserta bahwa memiliki keahlian merias atau kecantikan tidak harus membuka usaha salon. Kegiatan tersebut dapat dipraktekkan minimal kepada diri sendiri dan bisa diajarkan ke orang lain. Walaupun kegiatan ini memang singkat dan santai, tetapi tidak mengurangi keseriusan peserta dalam mengikutinya. Pertemuan rutin HWDI ini diadakan secara bergantian di semua wilayah DIY. Selain pelatihan, dalam setiap pertemuan rutin juga diadakan tabungan dan sharing pengalaman tentang usaha masing-masing anggota .

Anggota HWDI telah memiliki usaha sendiri yang sebagian besar adalah menjahit. Hal ini membuktikan meskipun terlahir dalam keadaan kurang beruntung yang memiliki keterbatasan tetapi mereka sebagai perempuan difabel dan ibu rumah tangga juga mampu membantu ekonomi keluarga. Sayangnya perhatian dari pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial masih kurang terbukti tidak pernah ada perwakilan pemerintah datang dalam setiap pertemuan.  Hal tersebut dikemukakan oleh salah seorang difabel yang tidak mau disebut namanya, “alasan klasik yang dikemukakan pemerintah adalah pertemuan diadakan setiap hari minggu sementara hari tersebut merupakan hari libur”.

The subscriber's email address.