Lompat ke isi utama
Pak Setia, Advokasi untuk Difabel

Advokasi untuk Difabel

Jakarta, Solider.or.id - Pada sesi kedua workshop nasional hak difabel yang diadakan di Shangri-La Hotel pada 12 Juni lalu, pembicara pertama adalah Setia Adi Purwanta, mewakili bagian hukum, berbicara mengenai advokasi yang dilakukan untuk memperjuangkan hak-hak difabel.

Menurut Setia, advokasi adalah kerja sistematik, strategis, dan dilakukan oleh pihak yang seposisi menggunakan metode strategis untuk membela hak kaum terpinggirkan agar tidak menjadi korban. Untuk advokasi difabel, ada 3 hal yang perlu diperhatikan.

1. Mengamati bagaimana awal pembuatan peraturan.

2. Tata laksana kebijakan, termasuk penegakannya.

3. Memberikan kesadaran kepada difabel terhadap hak-hak mereka sendiri.

Adapun langkah-langkah dalam melakukan advokasi untuk difabel adalah

1. Mengumpulkan data dan informasi yang akurat.

2. Membuat isu yang strategis, karena bagaimanapun saat ini isu difabel belum stratgeis di masyarakat Indonesia.

3. Membangun lingkar inti.

4. Membangun aliansi kelompok difabel.

5. Membagi peran-peran antar bagian, siapa yang berada di garis depan, siapa di bagian pengumpulan massa, siapa di bagian koordinasi, dan lainnya.

Setia menyatakan bahwa advokasi itu merupakan tahapan proses yang sangat panjang, tidak bisa dilakukan sendiri, haruslah secara bersama-sama. Jika dianalogikan, proses advokasi membutuhkan nafas yang panjang, sehingga harus berganti-gantian dan berkoordinasi dengan pihak-pihak lainnya. Jika tidak, maka akan kehabisan nafas duluan, dan yang didapat adalah kegagalan dan frustasi semata. Setia berharap dengan lokakarya nasional ini kebersamaan dan koordinasi yang dia maksudkan dapat tercapai, sehingga difabel memiliki kekuatan yang solid untuk memperjuangkan hak-hak mereka secara bersama-sama.

The subscriber's email address.