Lompat ke isi utama
Difabelitik

Aku Bangga Menjadi Tuli, Sebuah Pameran Perupa Tuli Yogyakarta

Solider.or.id.Yogyakarta. Lima remaja tuli yang bergabung dalam Komunitas Deaf Art Community (DAC) Yogyakarta, menyelenggarakan pameran karya seni rupa (lukis) dengan tema “Aku Bangga Menjadi Tuli”. Pameran yang disupport oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta itu, diselenggarakan di Sekolah Semangat Tuli (SST), Langenarjan Lor No. 16 A, Yogyakarta. Pameran dibuka pada Sabtu (23/9/2017), akan berlangsung selama satu minggu, 23 – 29 September 2017.

Difabelitik

Braille dan Identitas Difabel Netra

 

Braille merupakan sebuah sistem tulisan bagi difabel netra untuk mengenal budaya baca tulis. 4 Januari 1809 merupakan hari kelahiran Louis Braille, penemu Braille, yang kemudian diperingati sebagai hari braille sedunia. Berkat penemuan Louis Braille, difabel netra di seluruh dunia dapat membaca dan menulis melalui sebuah sistem yang unik. Seperti halnya orang nondifabel, pembelajaran membaca dan menulis braille diajarkan pada seorang anak difabel netra sejak ia masuk usia sekolah.

Difabelitik

Menjembatani Peluang Kerja dan Social Enterpreuner bagi Difabel

Solider.id, Malang- Belum lama, sebuah perusahaan swasta yang berupaya melakukan pemberdayaan difabel menghubungi saya, meminta merekomendasikan beberapa anggota sebagai fasilitator kegiatan. Kegiatan yang dimaksud bukan peluang kerja, melainkan kegiatan sosial yang berkaitan dengan upaya pemberdayaan difabel dan promosi perusahaan.

Difabelitik

Menilik Penggunaan Istilah Cacat, Disabilitas dan Difabel Pada Kusta

Solider.id, Malang- Sebagai penggerak organisasi peduli kusta, kerap kali berhadapan dengan penggunaan istilah cacat, disabilitas dan difabel. Cacat merujuk pada kerusakan secara medis, kusta ditempatkan sebagai penyakit. Sedangkan disabilitas merupakan pandangan hambatan partisipasi sosial karena keterbatasan fisik maupun mental maupun faktor lingkungan yang tidak mengakomodasi. Sedangkan difabel atau Different Ability memandang dari sisi kemampuan personal yang berbeda.

Difabelitik

Dunia Kesenian Difabel Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja

Solider.id, Jakarta – British Council bekerjasama dengan Epic Arts dan Dudafest (UK), menyelenggarakan lokakarya bertajuk ‘disability and arts’ (05-08 Februari 2018) di office 8 British Council Indonesia (jalan Senopati Raya, Jakarta Pusat) dengan menghadirkan dua pembicara internasional dari Inggris yakni Anthony (Epic Arts) dan seorang Tuli bernama Ruth (Dudafest). Kegiatan ini menghadirkan 25 peserta yakni para pelaku seni, aktivis difabel, serta pemerhati difabel yang konsen dalam isu kesenian.

Difabelitik

Mendongeng Dengan Bahasa Isyarat

Solider.id, Jakarta- Pada awal November 2017 lalu di perpustakaan nasional ada sebuah acara yang menghadirkan seorang pendongeng. Uniknya, pendongeng menggunkaan bahasa isyarat. Mendongeng dengan bahasa isyarat mencerminkan metode baru mengkomunikasikan informasi, antara pendongeng, dongeng, bahasa isyarat dan masyarakat, khususnya mendorong pemahaman anak-anak tuli.

Difabelitik

Berhentilah Membuli Deassy Wulandari karena Unggahannya Tentang Autis

Solider.id, Surakarta- Seorang perempuan, ibu, yang memiliki nama akun Facebook Deassy Wulandari yang beberapa hari lalu sempat viral karena kata-katanya yang dianggap pedas dan menyakiti hati para orangtua yang memiliki anak autis.

Deassy Wulandari menulis pada dinding facebook-nya bahwa dia merasa beruntung tidak satu pesawat dengan “anak ideot”, anak autis yang menurut penilaiannya hanya akan mengganggu saja. Kata-katanya dinilai melecehkan.

Difabelitik

Advokasi Hak Ketenagakerjaan dan Semangat Wirausaha Difabel

Solider.id, Malang- Pada dunia ketenagakerjaan, masyarakat difabel masih dianggap kelas dua. Sebagian dari mereka masih banyak mengalami pengangguran dan hidup miskin atau bergantung pada orang lain. Rerata berpendidikan rendah, bahkan tak sekolah.

Meski UU Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas mengamanahkan, bahwa difabel berhak memperoleh pekerjaan yang diselenggarakan pemerintah, pemerintah daerah (Pemda), atau swasta tanpa diskriminasi.

Difabelitik

Memahami Kusta dari Aspek Sosial dan Medis

Solider.id, Cimahi– Secara sosial, stigma kusta di lingkungan masyarakat sangat mengakar. Kusta dianggap sebagai penyakit yang menakutkan. Sebagian banyak orang memahami bahwa kusta bisa menular cepat, sehingga tidak jarang orang dengan hambatan kusta dikucilkan dan dijauhi.

Timbulnya driskiminasi terhadap kusta tersebut masih dirasakan. Minimnya informasi mendalam tentang kusta, menjadi salah satu faktor penyebab perubahan tingkah laku di lingkungan sosial terhadap orang dengan hambatan kusta.

Berlangganan Difabelitik
The subscriber's email address.