Lompat ke isi utama

Google Talkback dan Google TTS; Asisten Pribadi Difabel Netra Pada Smartphone Android

Solider.id, Makassar - Teknologi aksesibilitas bagi difabel netra pada telepon pintar semakin dikembangkan. Android menjadi salah satu platform sistem operasi yang juga fokus terhadap hal tersebut. Tak ingin kalah saing dengan kommpetitornya, Google yang telah mengakuisisi Android OS sejak tahun 2005, kini telah banyak menciptakan aplikasi yang mendukung aksesibilitas difabel netra dalam mengoperasikan telepon pintar.

Google talkback & Google Text To Speech menjadi dua aplikasi wujud kepedulian Google terhadap aksesibilitas difabel netra di Android. Dengan menginstal kedua aplikasi tersebut, perangkat telepon pintar akan menghasilkan output berupa suara dan getaran yang nantinya memandu difabel netra menggunakan  perangkat telepon pintar.

Dwi Novrialsyah Hinelo seorang difabel netra alumnus Universitas Muslim Indonesia menyatakan “Sejak saya menggunakan android saya merasa sangat terbantu, dan hal-hal yang dapat dilakukan oleh orang-orang nondifabel kini juga dapat saya lakuukan” Ujar pemuda asal Gorontalo pada 01/26.

Langkah penginstalan yang cukup sederhana dengan mengunduh melalui Play Store, membuat kedua software (p(perangkat) aksesibilitas ini sangat mudah dipasang dan digunakan oleh para difabel netra dalam  menggunakan Android.

Perasaan yang tak jauh berbeda dengan Dwi Novrialsyah Hinelo, Firdaus Abdul Rahim yang juga merupakan difabel netra merasa sangat terbantu dengan kehadiran Google Talkback dan Google TTS pada Android. “Sejak saya menggunakan android dengan pembaca layar, saya merasa sangat terbantu khususnya dalam mendukung aktivitas saya sebagai seorang pelajar, banyaknya pilihan perangkat yang menggunakan Android sebagai sistem operasinya juga turut menjadi ketertarikan saya menggunakan perangkat pintar ini daripada perangkat pintar dengan sistem operasi berbeda.”

Pada beberapa perangkat seperti Google Nexus, Samsung, LG,  Xiaomi dan  merk telepon pintar  terkenal lainnya  telah menanamkan secara standar aplikasi Google Talkback dan Google TTS dalam fitur aksesibilitas. Pengguna dapat menemukan aplikasi tersebut dengan akses menu pengaturan ponsel.

Ukuran serta kebutuhan ruang pada RAM (Random access memory) smartphone yang tidak terlalu besar juga membuat kedua aplikasi ini dapat dipasang hampir di semua android khususnya pada seri android 4.1 ke atas.

Google Talkback merupakan software utama yang harus terpasang jika ingin sebuah perangkat pintar mengeluarkann output berupa suara dan getaran. Tahapan pemasangannya pun sangat sederhana, dengan menuliskan kata kunci pencarian “Google Talkback” pada Google Play Store, akan tampil hasil pencarian yang biasanya menempatkan Google Talkback pada baris paling atas.

Selanjutnya dengan mengetuk tombol “Instal/Pasang”, software ini akan langsung terpasang yang kemudian dapat diaktifkan pada menu Pengaturan > Aksesibilitas > Talkback atau Pengaturan > Setelan tambahan > Aksesibiliitas > Talkback. Untuk melakukan pengaturan lebih lanjut pada aplikasi ini, dapat mengetuk pilihan “Pengaturan” yang biasanya terletak pada sisi bawah layar.

Setelah memasang dan mengaktifkan Google Talkback, software pendukung yang juga perlu ditambahkan agar perangkat pintar menjadi lebih aksesibel adalah Google TTS (Text To Speech). Software ini berisi kumpulan data suara yang nantinya menjadi suara narrator yang menjadi pembaca konten-konten yang tampil pada layar sebuah ponsel Android.

Sama halnya dengan Google Talkback, Google TTS juga dapat diunduh secara gratis pada Google Play Store yang langkah pemasangannya sama dengan software android pada umumnya. Setelah berhasil terpasang, software ini kemudian dikombinasikan dengan Google Talkback dengan diaktifkan pada menu Pengaturan > Aksesibilitas > Keluara teks ke ucapan atau Pengaturan > Bahasa & masukan > Keluaran teks ke ucapan.

Saat ini Google TTS telah mendukung banyak bahasa termasuk diantaranya Bahasa Indonesia yang dapat diatur lebih lanjut dengan mengetuk ikon yang terletak di sebelah kanan menu “Mesin Google TTS.” Selanjutnya pilih menu “Instal data suara”  lalu pilih bahasa yang diinginkan dan kemudian diunduh.

Penggunaan fitur aksesibilitas besutan Google ini cukup sederhana, yaitu dengan sentuh, ketuk, geser dan usap. Menyentuhkan jari pada layar akan membuat Google Talkback dan Google TTS menyebutkan item yang disentuh serta mendeskripsikan posisi dan perintah yang dapat dilakukan terhadap item tersebut.

Melakukan ketukan cepat sebanyak dua kali akan mengaktifkan perintah atau membuka sebuah item. Mengusap dua jari ke atas atau ke bawah akan menggeser item-item yang muncul pada layar. Pada beberapa launcher (tema pada layar smartphone), mengusap dua jari ke kanan atau ke kiri berfungsi untuk berpindah satu halaman. Selain itu, pada beberapa merek perangkat seperti Samsung, mengusap dua jari juga berfungsi untuk membuka kunci layar.

Menggeser pola seperti huruf “L Kapital” atau “V Braille (Titik 1, 2, 3, 6)” menjadi shortcut (jalan pintas) untuk membuka menu Konteks Global yang berisi berbagai pilihan pengaturan umum Talkback yang meliputi; membaca dari atas, membaca dari item berikutnya, mengulang ucapan terakhir, mengeja ucapan terakhir, menyalin ucapan terakhir, menjeda talkback, membuka pengaturan talkback, membuka pengaturan keluaran teks ke ucapan, meredupkan layar dan pada Talkback versi 6.1 terdapat tambahan menu bahasa.

Menggambar pola “L capital terbalik dengan tetap menghadap ke kanan” atau “P braille (1234)” menjadi shortcut untuk membuka menu Lokal Konteks yang berisi pilihan navigasi dan aksi. Menu navigasi yang meliputi pilihan membaca per-item, per-huruf, per-kata, per-paragraf, antar link, antar heading dan control. Sedangkan menu aksi meliputi pilihan membuka pilihan menghapus item, memindahkan item, menambahkan item ke beranda, membuuka info aplikasi dan menuninstal aplikasi.

Hingga saat ini Google sebagai pengembang dari Google Talkback dan Google TTS terus berusaha menciptakan aplikasi ini menjadi semakin aksesibel. Hingga saat ini Google Talkback versi 6.1 telah mampu membaca tombol-tombol atau item-item tak berlabel yang dulunya terkadang menyulitkan difabel netra dalam bernavigasi di Android.

Sebagai seorang pengguna Android yang bergantung pada Google Talkback dan Google TTS, Dwi Novrialsyah Hinelo berharap “Semoga aplikasi Talkback ini terus dikembangkan dan terus ditingkatkan fiturnya khususnya pada intonasi pengucapan kata yang mudah-mudahan dapat lebih jelas dan ekspresif.”

Firdaus Abdul Rahim juga menambahkan “Semoga kendala-kendala yang sering ditemui pada beberapa aplikasi yang menggunakan pembaca layar seperti telepon Whats App yang terkadang sulit diangkat, dapat diatasi dengan perbaikan, pengembangan dan peningkatan fitur Google Talkback dan Google TTS.” Ujar pelajar kelas X SMA Datu’ Ribandang Makassar tersebut pada (9/2).

Selain pada peningkatan fitur Talkback, Google juga kini terus berusaha menambah data-data suara pada Google TTS termasuk data suara Bahasa Indonesia yang kini telah memiliki 7 data suara. Data-data suara tersebut terdiri dari 3 suara pembaca laki-laki dan 4 suara pembaca perempuan. (Syarif Sulaeman)

The subscriber's email address.