Lompat ke isi utama
Ilustrasi tulisan beragam disabilitas anak berkebutuhan khusus

PPDI Pati: Pemerintah Pati Belum Menyentuh Hak Masyarakat Difabel

Solider.id, Pati- Priyanto (13), Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pati. Ia mengalami disabilitas ganda sejak lahir, yaitu retardasi mental dan daksa.

Keluarga Priyanto merupakan keluarga yang kurang mampu. Ia dirawat kakeknya, karena ibunya sudah tidak mau merawatnya. Kakeknya, sehari-hari bekerja sebagai buruh untuk mencukupi kebutuhan, sedangkan ayahnya telah meninggalkan Priyanto sejak kecil.

Sampai saat ini belum ada campur tangan Pemerintah Kabupaten Pati dan Dinas terkait untuk memberikan hak-hak baginya. Sebagaimana mandat UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Suratno selaku ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Pati menyanyangkan akan hal tersebut, menurutnya Pemkab Pati dan dinas terkait harus menanggapi dengan cepat akan masalah ini. “Saya sudah menyampaikan kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Dinas Sosial, tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan,” ujarnya.

Suratno juga menjelaskan jika selama ini ada bantuan alat bantu berupa sebuah kursi roda dari salah satu partai. “Harapan saya agar dinas-dinas terkait, memfasilitasi dan memberikan hak jaminan hidup kepada Priyanto, karena kondisinya tidak memungkinkan untuk bekerja,” lanjut Suratno. Suratno juga berharap agar dinas-dinas terkait jangan hanya menjanjikan saja, tetapi juga ada realisasi dalam bentuk nyata.

Respon positif untuk membantu Priyanto justru datang dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati yang mau memberikan bantuan sembako untuk keluarga Priyanto. Menurut kakek Priyanto, tiga tahun lalu, ibu Priyanto pernah mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), dan hanya mendapat satu kali.

“Saya berharap Pemkab Pati dan Dinas-Dinas terkait memenuhi hak-hak Priyanto agar bisa lebih baik dari sekarang ini,” tandas kakek Priyanto. [Oby]

The subscriber's email address.