Lompat ke isi utama
Anak -anak SLB Anugerah sedang melakukan gerak dan tari pada peresmian renovasi kelas

SLB Anugerah, Renovasi Ruang Kelas Belum Dapat Izin

Solider.id, Karanganyar- Rosyid, seorang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tampak membaca Al-Quran dengan fasih di atas panggung berkarpet merah. Sementara itu para hadirin tercenung dan ada yang berkhidmat. Setelahnya, sebuah sajian tari ditampilkan. Kepala sekolah memberi aba-aba dengan mengacungkan jari sambil duduk di deret pertama.

Rupanya instruksi tersebut mudah untuk diikuti. Sajian ketiga adalah hafalan tiga surat pendek Al-Quran yang dibaca sesuai tajwid yang benar oleh Kholid, difabel mental intelektual. Dila, anak lainnya membaca cerita. Di samping panggung deretan anak-anak menonton pertunjukan. Sedan, di depan panggung berjejer tamu-tamu yang terdiri dari pengurus Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) serta Kepala Dinas Sosial yang diwakili Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial. Hari itu, Sabtu (10/2) merupakan peresmian bantuan renovasi kelas di Sekolah Luar Biasa (SLB) Anugerah oleh IPEBI.

Imam Subarkah, Ketua IPEBI dalam sambutannya mengatakan, organisasi yang dipimpinnya mengumpulkan dana dalam bentuk iuran bulanan dan menyalurkannya dalam bentuk bantuan sosial. Selain itu juga ada kegiatan lain seperti dukungan olahraga bagi pegawai. Dalam kepengurusannya, baru kali ini ia mengaku memberikan sumbangan pendidikan.

"Walau tidak terlalu besar semoga bisa dimanfaatkan dengan efektif," ujar Imam Subarkah. Gedung sekolah yang menyatu dengan rumah yang difungsikan sebagai asrama tersebut dikembangkan menjadi dua lantai dengan sekat-sekat kelas. Ke depan pihaknya juga menjanjikan bantuan berupa komputer jinjing dan LCD.

Sri Rejeki, ibu dari Kiko Refa Ramadina salah satu siswa memberikan keterangan jika semenjak sekolah setahun yang lalu, Kiko mengalami perkembangan. "Sosialisasi bagus. Dan perkembangan motorik juga bagus," ujar perempuan ibu rumah tangga yang masih memberikan terapi rutin untuk Kiko seminggu sekali di RS Moewardi. Kiko merupakan ABK dengan disabilitas hydrocephallus.

Ijin yang belum diperoleh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Jawa Tengah menjadi kendala. Eko Setiyo Asih, kepala SLB Anugerah kepada Solider mengatakan bahwa pengawas pendidikan menyatakan sekolah mendapat ijin asal bersedia pindah rumah atau menyewa gedung lain sebagai lokasi sekolah. "Intinya adalah di komplek sekolah tidak boleh ada rumah tinggal. Lha jawab saya, bagaimana dengan pengasuhan anak-anak?.” [Puji Astuti]

The subscriber's email address.