Lompat ke isi utama
Ilustrasi layanan home care

Pengembangan Layanan Home Care bagi Pasien Decubitus

Solider.id, Yogyakarta- Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (Bapel Jamkesos) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengembangkan layanan kesehatan di rumah (homecare), bagi pasien decubitus (luka tekan). Home care diperuntukkan khusus bagi difabel, psikotik, dan usia lanjut. Hal tersebut disampaikan Agus Priyanto, Kepala Seksi Pemeliharaan Kesehatan Bapel Jamkesos DIY kepada Solider, Kamis (8/2/2018).

Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwa penyelenggara pelayanan home care merupakan bagian pelayanan rehabilitatif bagi pasien di DIY, yang tidak memungkinkan menjangkau fasilitas kesehatan karena berbagai kondisi. Pembiayaan dilakukan Pemda DIY, diatur melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 63 Tahun 2016 tentang Sistem Jaminan Kesehatan Semesta (Jamkesta). Home care ini akan melengkapi pelayanan jaminan kesehatan nasional (JKN) yang belum tersedia atau belum ada.

Pelayanan kesehatan home care, nantinya akan berkesinambungan dan komprehensif, dengan pelayanan tenaga terpilih seperti dokter umum, dokter spesialis, perawat, psikolog, dan fisioterapis, disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan pasien. Melibatkan pula assesor alat bantu kesehatan, serta tenaga sosial masyarakat setempat.

Home care juga akan melibatkan pasien dan keluarganya, sebagai subyek yang ikut berpartisipasi merencanakan kegiatan pelayanan. Dengan demikian selain pemberian perawatan kesehatan bagi pasien di rumah, juga akan memberikan edukasi kepada keluarga pasien. Kemandirian pasien dan keluarga menjadi tujuan dari kegiatan home care tersebut.

Adapun edukasi yang nantinya akan diberikan kepada pasien dan keluarga, di antaranya: bagaimana merawat keluarga dengan decubitus, menciptakan lingkungan yang paham akan kebutuhan terapi (terapeutik), menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan serta makanan, serta edukasi terkait informasi dan rujukan.

Prioritas home care pada pasien decubitus bukan tanpa alasan. Selama ini decubitus sering terjadi pada orang dengan paraplegi, usia lanjut sakit, gangguan kejiwaan (psikotik), serta sakit dengan berbagai tingkatan. Permasalahan akibat decubitus menjadi semakin serius, karena perawatan dan pengetahuan yang kurang memadai terkait decubitus.

Hal tersebut melatarbelakangi prioritas pelayanan home care bagi pasien tertentu, menjadi program Bapel Jamkesos pada 2018.

Disarikan dari berbagai sumber, decubitus ialah kerusakan lokal dari kulit dan jaringan di bawah kulit yang disebabkan penekanan yang terlalu lama pada area tertentu. Decubitus lebih umum diistilahkan dengan luka tekan. Luka tekan yang terus menerus, berakibat pada kerusakan struktur anatomis dan fungsi kulit normal.

Umumnya terjadi pada individu yang berada di kursi atau tempat tidur cukup lama, tidak berpindah-pindah sehingga aliran darah pada titik tertentu terhenti. Selain itu decubitus juga dapat terjadi pada individu dengan malnutrisi (gizi buruk), kesulitan makan sendiri, serta mengalami gangguan tingkat kesadaran.

Dampak dari tidak tertanganinya luka decubitus luar biasa. Yakni, penyakit akan terus berkembang, menurunnya kemampuan beraktivitas, berlanjut menjadi permasalahan pada kondisi fisik dan kesehatan lainnya. Decubitus tidak menyebabkan kematian secara langsung, namun dampak tidak langsung sangat nyata. Pembiaran terhadap decubitus akan berakibat pada infeksi. Infeksi inilah yang pada akhirnya berdampak pada kematian. Untuk itu tindakan pencegahan terhadap terjadinya infeksi harus dilakukan.

Program home care akan dilaksanakan pada bulan Mei atau Juni 2018. Peserta yang dimaksud home care adalah penyandang disabilitas penduduk DIY, dengan ketentuan sebagai berikut: (1) difabel, psikotik, usia lanjut sakit, pasien paliatif; (2) penduduk miskin DIY; (3) menderita penyakit decubitus; (4) memperoleh rekomendasi tenaga medis untuk pelayanan perawatan rumah; serta (5) anggota kelompok atau unit RBM (rehabilitasi berbasis masyarakat). [Harta Nining Wijaya]

The subscriber's email address.