Lompat ke isi utama
Rodhi sedang menunggu stand pameran lukisannya

Rodhi dan Karya Lukis

Solider.id, Jakarta- "Motivasi saya  adalah Aku ingin menunjukan  klo disabilitas lumpuh dari dada ke ujung kaki bisa menikmati hidup lebih bahagia.” Kata-kata itulah yang diucapkan kepada Solider saat menemuinya (5/03). Kata-kata itu pula yang selalu diingatnya. Kata-kata yang membuat Rodhi bertahan dalam berkarya tanpa putus asa sejak 2012 sampai sekarang.

Rodhi, pemuda berkacamata serta difabel daksa  berusia 28 tahun yang berasal dari Kendal, Jawa Tengah sekarang tinggal di Serpong, Tangerang.  Beberapa orang mengenalnya sebagai pemuda ramah dan memiliki semangat tinggi. Ia disabilitas daksa, setelah kecelakaan saat SMP kelas tiga. Meski demikian hal itu tidak membuat patah semangat. Hingga ia mengubah pola pikir untuk berkarya.

Sejak kecil, ia memang menyukai dunia menggambar. Ia mengandalkan pikiran dan tangan untuk mengaspirasi ide dalam gambar pada lukisan dengan pensil sederhana serta dipandu dengan cat air dan cat minyak.  Keterbatasan bukanlah halangan baginya untuk berkarya baginya. Bakat seni yang luar biasa seolah menjadi pembuka langkah karirnya dikenal masyarakat. Kini, ia berprofesi sebagai pelukis realis.

Ia berpartisipasi dalam kegiatan di Kolla, sebauh acara pameran di daerah Menteng-Jakarta pada hari jumat lalu. Hasil lukisan realis berbagai macam tema wajah orang hingga hewan kucing. Lukisan dipasang pada tas hiasan tampak depan membuat pengunjung tertarik memperhatikan. Ia rendah hati dan tergolong orang yang mau bertukar informasi serta pengalaman.

“Ridho memberitahukan bahwa ada pameran kepada saya, jadi saya belajar dari cara dia berwirausaha melalui informasi teman saya sempat menceritakan tentang kisah dia dan ajakan dia kepada kami untuk mencoba wirausaha di lapangan,” tutur Jannah melihat Ridho.

Jannah pengusaha kecil Tuli yang juga salah satu penghuni stan di pasar Kolla. “Salut, hasil lukisan dia apalagi dia sangat produktif dalam melukis, kuharap inspirasi dia bisa mendorong teman-teman difabel untuk berkarya dalam berbagai jenis,” imbuhnya.

Sembari itu, ia aktif dalam mengajari lukisan kepada teman-teman difabel secara cuma-cuma dan sebagai motivator atau pembicara di berbagai macam kegiatan. “saya ingin teman-teman difabel bisa berkarya seperti saya , di balik alasan saya mengajarkan dengan biayanya free dan mereka adalah teman spesial bagiku,” tutur Rodhi.

Ia senang berbaur dengan teman-teman non difabel hingga difabel. Tujuannya untuk menjadi difabel yang produktif dan memperluas jejaring, baik dengan pertemanan berbagai bidang tanpa pandang bulu. [Dina Amalia Fahima]

The subscriber's email address.