Lompat ke isi utama
Salah satu pemateri sedang menjelaskan materi di pelatihan penggunaan buku bicara

Buku Bicara: Upaya Optimalisasi Kemampuan Literasi Difabel Netra

Solider.id, Bandung- Mendongkrak minat baca dan mengoptimalkan kemampuan literasi difabel netra dan non difabel, yayasan Sayangi Tunas Cilik dan Partnership of Save the Children, mengembangkan aplikasi buku bicara.

Aplikasi ini dirancang untuk mendengarkan audio book, mengunduh atau merekam bacaan dari sebuah buku dan mengunggahnya. Selain melakukan soft launching aplikasi, juga diselenggarakan pelatihan gratis kepada 50 narator yang berasal dari berbagai komunitas masyarakat di kota/kabupaten Bandung (1/2).

“Aplikasi ini merupakan tindak lanjut dari mini riset yang kami lakukan di sekolah-sekolah yang berada di wilayah kota Bandung dan Kab. Bandung Barat,” tutur Nandang Cahyono, Project officer yayasan Sayangi Tunas Cilik.

Nandang menjelaskan, berdasarkan hasil temuan dalam mini riset tersebut, minat baca anak dan ibu yang membacakan buku bagi anaknya sangat rendah. Saat ini ada dua aplikasi sejenis dalam fitur play store yang dapat diunduh oleh masyarakat.

Sayangnya, aplikasi tersebut berbayar. Sedang, dengan adanya aplikasi buku bicara berbasis aplikasi yang dapat diakses secara gratis ini, diharapkan dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak melalui kemampuan literasinya.

Senada dengan Nandang, Putu Agus Sumiarta, Case worker yayasan Sayangi Tunas Cilik dan juga seorang difabel netra mengatakan, banyak difabel netra yang dapat mengoperasikan aplikasi screen reader untuk membaca.

Namun, aplikasi tersebut belum dapat diakses anak-anak. Sehingga dengan adanya aplikasi ini, dapat memberikan kemudahan bagi para ibu dengan anak difabel netra dalam membantu meningkatkan kemampuan literasinya.

Aplikasi ini dikembangkan dalam dua platform yakni berbasis website, yang dapat diakses melalui Bukubicara, dan berbasis aplikasi melalui fitur play store pada telepon selular berbasis android bernama Bukubicara (Red: ditulis tanpa spasi).

“Kami mengapresiasi keberadaan aplikasi ini, karena memberikan kemudahan akses literasi bagi peserta didik” ujar Rian Ahmad Gumilar, guru Orientasi, Mobilitas, Sosial dan Komunikasi dari SLB Negeri A Kota Bandung.

Ia berharap, aplikasi buku bicara ini kelak memiliki koleksi buku yang dapat mengakomodir kebutuhan literasi peserta didik khususnya difabel netra, terutama buku-buku pelajaran. Sehingga dapat meningkatkan minat baca peserta didik. [Maya Aimee]

The subscriber's email address.