Lompat ke isi utama
Kegiatan terapi anak-anak dengan Cerebral Palsy, di Nanggulan, Kulon Progo

Rumah Terapi B & B bagi Anak Cerebral Palsy

Solider.or.id, Kulon Progo- Sebagian besar anak dengan Cerebral Palsy (CP) seumur hidupnya bergantung dengan orang lain. Hanya sedikit dari mereka yang mampu hidup secara mandiri. Pada umumnya anak dengan cerebral palsy membutuhkan pelayanan terapi intensif sesuai dengan kebutuhannya guna memaksimalkan fungsi yang dimiliki.

Sayangnya karena berbagai faktor, layanan terapi tidak mudah diakses oleh anak-anak CP dari keluarga kurang mampu. Kondisi tersebut terjadi pada anak-anak CP yang tinggal di Perbukitan Menoreh, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo. Akses geografis perbukitan yang naik turun, keterbatasan tingkat ekonomi, jauhnya akses layanan terapi dan kesehatan, minimnya tempat terapi, serta rendahnya pemahaman orangtua terhadap pentingnya terapi. BErbagai faktor tersebut dapat mengakibatkan anak-anak CP di wlayah tersebut semakin menurun fungsi otak dan ototnya.

Persoalan tersebut kemudian mendorong sekelompok orangtua dengan anak CP yang tergabung dalam Komunitas Bersyukur dan Berbagi (B & B). B & B membuka rumah terapi khusus bagi anak dengan Cerebral Palsy di wilayah Perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulon Progo. Mereka disebut juga sebagai Srikandi Perbukitan Menoreh.

Rumah terapi B & B diinisiasi para Srikandi Perbukitan Menoreh. Sri Nataliwati, Handayani, Cesilia Nenita, Naumi Ardhi Pertiwi, Puji Triwahyuni dan Damaijanti Teguh. Sesuai dengan kemampuan masing-masing mereka meneguhkan diri menghadirkan rumah terapi bagi anak CP, dengan mengoptimalkan donasi.

Bertempat di rumah Sri Nataliwati, dengan alamat Janti, Jatisarono, Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta, Rumah Terapi B & Bakan beroperasi. Rumah terapi tersebut nantinya selain membuka unit layanan terapi, juga akan memberikan edukasi bagi keluarga dan anak-anak dengan cerebral palsy.

Juru bicara Rumah Terapi B & B, Damaijanti Teguh yang akrab disapa Damai memaparkan, Rumah Terapi B & B akan mulai beroperasi pada Februari 2018. Dengan tiga orang terapis yang didatangkan dari rumah sakit besar di Yogyakarta. Terapi dijadwalkan berlangsung sekali dalam seminggu, yakni pada tiap hari sabtu. Satu orang terapis, bertugas menangani maksimal lima anak CP dalam satu hari.

Damai menambahkan, selain layanan terapi pada Rumah Terapi B & B, juga akan memberikan pemahaman bagi orangtua dengan anak CP terkait disabilitas dan pemenuhan hak-haknya. “Pemahaman orangtua akan pemenuhan hak anak itu penting. Harapannya, orangtua paham, peduli dan dapat melakukan terapi sendiri bagi anak-anak mereka,” tambahnya.

Damai juga menjelaskan bahwa Rumah Terapi B & B ini terwujud atas donasi dari para filantropi. Adapun dana yang terkumpul hingga saat ini sebesar Rp 27.300.000. Seluruh donasi, atas kesepakatan para donatur akan dialokasikan untuk operasional dan berjalannya Rumah Terapi B & B.

Terapi dan orangtua

Pada 2014-2017, komunitas B & B bekerja sama dengan Pusat Rehabilitas Yakkum (PRY) dalam layanan terapi bagi anak CP di kecamatan Nanggulan, Kulon Progo. Akan tetapi program kerja sama dengan PRY sudah berakhir pada Desember 2017. Menimbang berbagai kondisi tersebut, Komunitas B & B sepakat meneruskan program terapi yang telah diinisiasi PRY, menggunakan donasi yang disalurkan oleh para filantropi.

Memberikan tambahan wawasan dan keterampilan bagi para orangtua dengan anak CP, memotivasi para orang tua untuk tidak abai dan tidak menyerah, serta membangun komunikasi dan dapat melakukan terapi mandiri bagi anak, menjadi tujuan utama dari Rumah Terapi B & B.

“Bagaimana pun orang tua adalah terapis terbaik bagi anak-anak mereka. Karena para terapis tentunya terbatas oleh ruang dan waktu dalam memberikan pendampingan,” pungkas Damai kepada Solider, Minggu (7/1). Rumah terapi B & B bisa dihubungi telepon, SMS maupun WhatsAap pada: +62 877-3909-6560 (Wiwid), +62 813-2846-9911 (Damai), dan +62 878-3631-2000 (Yuni). [Harta Nining Wijaya]

The subscriber's email address.