Lompat ke isi utama
Sultan HB X Mencoba Carry Wheelchair di Toilet Akses Underground Malioboro, Selasa (9/1/2018

Gubernur DIY Resmikan Toilet Akses Bawah Tanah Titik Nol -

Solider.or.id.Yogyakarta. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X, Selasa (9/1/2018) meresmikan toilet akses bawah tanah (underground) Titik Nol Kilometer, dan pembangunan jalur pedestrian tahap dua Malioboro.

Berada di sisi selatan jalur timur Malioboro (depan kantor Bank Indonesia), toilet underground ini memiliki 12 toilet wanita, 6 toilet pria, 10 urinoir, 1 ruang laktasi dan 1 toilet akses bagi difabel. Toilet juga dilengkapi dengan lift khusus difabel (carry wheelchair), yang diperuntukkan bagi pengunjung difabel dengan kursi roda mengakses toilet underground tersebut. Selait itu juga dilengkapi dengan 6 buah CCTV, 3 AC, alarm, tata suara dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Disaksikan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, anggota DPRD DIY, dan jajaran pemerintah kota Yogyakarta, Sultan menyempatkan diri mencoba carry wheelchair. Harapannya, pembangunan jalur pedestrian Malioboro yang dilengkapi dengan toilet akses tersebut, Maliobro makin terbuka untuk semua, dapat dikunjungi dan diakses seluruh warga.

“Dengan jalur pedestrian dan toilet yang dilengkapi dengan aksesibilitas, Malioboro makin terbuka untuk semua. Semoga warga difabel dapat mengakses Malioboro dengan lebih nyaman dan leluasa,” ungkap Sultan.

Pemda DIY membanggakan

Pada kesempatan itu, staf SAPDA I Made Sudana, menyampaikan rasa bangganya terhadap etiket baik Pemda DIY, atas pembangunan toilet akses di Titik Nol Malioboro tersebut. Secara pribadi dia mengungkapkan terima kasihnya kepada Pemda DIY, atas tersedianya fasilitas (toilet akses), demikian pula dengan penataan kawasan Maliboro menjadi jalur pedestrian.

Menurut Made, sebelum tersedianya toilet akses tersebut difabel dan masyarakat umum yang berkunjung di kawasan Malioboro tidak mudah menemukan toilet untuk sekedar buang air kecil. Untuk keperluan dasar tersebut biasanya difabel akan masuk ke mall, Kantor Gubernur, atau Kantor DPRD DIY.

“Dengan dibangunnya toilet akses tersebut, lebih banyak teman-teman difabel yang berkunjung dan menikmati Malioboro, baik untuk berbelanja maupun sekedar refreshing,” ungkap Made.

Catatan atas aksesibilitas

Dia juga berharap kepada para petugas toilet akses underground paham bagaimana berinteraksi dengan difabel. Bagaimana berinteraksi dengan pengguna kursi roda, tuli, totally blind, dan yang lainnya.

Made juga berpendapat bahwa perawatan terhadap fasilitas yang ada tidak kalah penting. “Jangan sampai fasilitas yang mewah tersebut dijadikan mainan, sebagaimana yang terjadi pada pelikan crosing (tombol penyeberangan jalan) yang ada di Jalan Mangkubumi dan Malioboro,” ujarnya.

Namun demikian terdapat catatan dari Made, yakni warna guiding block (blok pemandu) yang abu-abu. Menurut dia, warna guarding block tersebut justru menyulitkan difabel low vision.

“Warna abu-abu pada blok pemandu, menyilaukan saat terkena sinar matahari. Memang terkesan indah dan mewah. Tapi, jangan hanya dilihat dari keindahannya saja, tetapi juga kemanfaatannya,” pungkas Made. [Harta Nining Wijaya]

The subscriber's email address.