Lompat ke isi utama
Salah satu aplikasi android cadangan alat bantu dengar.

Aplikasi Android Sebagai Alternatif Alat Bantu Dengar (ABD) Bagi Orang Dengan Hambatan Pendengaran

Solider.co.id, Cimahi. Manfaat kecanggihan teknologi berupa aplikasi yang mampu digunakan sebagai cadangan alat bantu dengar atau ABD.

Hambatan pendengaran dapat menghampiri siapa saja. Orang tua, usia muda bahkan anak-anak sekali pun. Faktor yang menjadi penyebabnya pun beragam, ada yang karena usia lanjut atau lansia yang kemudian lebih dikenal sebagai difabel sebab usia. Ada pula sebab efek sakit atau efek kecelakaan yang pernah dialami dan menjadi difabel permanen atau sementara dalam kurun waktu tidak menentu. Atau, yang terlahir sebagai difabel pemilik hambatan dengar yang lebih dikenal dengan difabel Tuli.

Pada umumnya, hambatan pendengaran tidak lantas ditujukan kepada difabel Tuli semata. Daya respon yang berbeda dalam menangkap suara atau bunyi serta memiliki interfal tersendiri, menandakan sosok tersebut memiliki hambatan pada pendengarannya.

Disadari atau tidak, hal seperti ini masih banyak dialami oleh mereka yang tidak menyebutkan dirinya sebagai difabel Tuli. Secara kasat mata, mereka yang menggunakan alat bantu dengar atau ABD dikenal langsung sebagai sosok difabel Tuli.

Akan tetapi, seiring perkembangan teknologi dan hadirnya beragam jenis aplikasi yang mudah diakses melalui smartphone, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang memiliki hambatan pada pendengarnnya.

Temuan berbagai aplikasi pada android memang sudah tidak asing lagi. Begitu pula dengan temuan yang digali dan lalu dikembangkan untuk masyarakat yang mengalami hambatan pada pendengarannya. Hanya melalui handphone, smartphone atau tablet beragam aplikasi untuk membantu meningkatkan daya pendengara seseorang dapat diakses secara gratis.

Seperti yang disampaikan Rafika Nur Sugiharti, salah satu anggota komunitas dunia tak lagi sunyi menuturkan, “Alhamdulillah putri saya Ilmi respon mendengar dengan bantuan headset tanpa alat bantu dengar.”

Pada putri kecilnya, Rafika mencoba satu aplikasi  petralex hearing aid dengan jarak tertentu untuk mengundang respon dari putrinya ketika diajak berkomunikasi.

“Kami coba Ilmi sedang di kamar belakang, dan kami di kamar depan. Walaupun kami bicara dengan suara normal tanpa dikeraskan, Ilmi masih merespon,” tutur Rafika.

Pada sharingnya dalam komunitas yang beranggotakan keluarga difabel Tuli tersebut, Rafika meminta informasi lain terkait aplikasi-aplikasi yang dapat membantu bagi difabel hambatan pendengaran.

Aplikasi android yang dapat membantu meningkatkan kemampuan telinga seseorang dalam mendengar mulai beragam. Salah satu fungsinya dapat membantu meningkatkan kualitas bunyi atau suara yang di dengar. Ragam aplikasi android yang sudah ada antara lain adalah:

  • Ear Assist
  • Super Ear
  • Petralex Hearing Aid
  • Ear Spy Super Hearing

Dari keempat aplikasi tersebut memiliki fungsi yang serupa yaitu, untuk membantu meningkatkan daya pendengaran kepada pemakainya. Seperti fungsi alat bantu dengar atau ABD yang biasa digunakan oleh difabel Tuli.

Keuntungan lain dari ragam aplikasi ini adalah, dapat menjadi alternatif atau pilihan lain sebagai cadangan ketika alat bantu dengar yang biasa digunakan sedang rusak. Meski belum secanggih ABD.

Kelemahan dari aplikasi-aplikasi yang sudah ada tadi yaitu pada proses pemerimaannya. Penyampaian suara atau bunyi yang berasal dari smartphone sebagai sumbernya ke headset masih ada sedikit jeda.

Senada dengan yang disampaikan Rafika, “Suara yang diterima ke headset ada jedanya.”

Rafika menyampaikan pula, putrinya memang menggunakan alat bantu dengar, hanya saja ketika melakukan komunikasi berjarak agak jauh masih kesulitan. Namun, salah satu aplikasi android yang kini sedang dicobanya memberikan efek positif.

“Saya masih terpesona karena aplikasi ini mampu sangat membantu untuk berkomunikasi dengan jarak jauh,” pungkasnya.

Baik Rafika maupun anggota lainnya masih terus mempelajari cara kerja dan menerapkan aplikasinya. Aplikasi yang mampu meningkatkan daya pendengaran untuk keluarga mereka yang memiliki hambatan dengar memang dirasakan cukup efektif.

Sedangkan beberapa anggota lainnya yang langsung mencoba, masih mengalami kesulitan untuk menggunakan aplikasi tersebut.

“Saya sudah coba utak-atik, masih bingung karena ada suara bisingnya,” respon orang tua Wisnar.

Walaupun menyadari dirinya masih awam dengan menggunakan aplikasi untuk membantu pendengarnya anaknya, orang tua Wisnar tetap mempelajarinya.

Begitu pula dengan respon dari Novita Lusiana, meski dirinya sudah mencoba aplikasinya tetap belum berhasil menangkap suara apapun dari headset-nya.

Meski pun dari tingkat keberhasilannya keberadaan aplikasi ear assist, super ear, petralex hearing aid, dan ear spy super hearing tidak sama pada penggunanya, namun, tetap memberi manfaat dan ide baik yang dihasilkan oleh perangkat berbasis teknologi.

Sehingga, sekat antara difabel Tuli dan nondifabel yang memiliki daya dengar minim bahkan kurang semakin menipis. Saat difabel Tuli tidak menggunakan alat bantu dengarnya, mereka pun masih dapat memanfaatkan keberadaan aplikasi tersebut.

Aplikasi android tadi dapat digunakan sebagai cadangan alat bantu dengar (ABD) bagi masyarakat yang mengalami hambatan pada pendengarannya. (Srikandi Syamsi)

The subscriber's email address.