Lompat ke isi utama
Bregodo Kelompok Difabel Desa Sendangadi dalam Gelar Upacara Adat Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati, Kabupten Sleman, Minggu (17/12./2017).

"Bregodo" Difabel pada Gelar Upacara Adat Desa Sendangadi

Solider.or.id.Sleman. Bregodo (pasukan) Kelompok Difabel Sendangadi, merupakan salah satu dari 17 bergodo dalam kirab budaya, gelar upacara adat bersih desa dan ulang tahun ke 71, Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kirab budaya oleh seluruh warga tanpa terkecuali kelompok difabel itu mampu menggambarkan terbangunnya kehidupan inklusi pada masyarakat Desa Sendangadi. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu (17/12/2017).

Sebanyak 20 sepeda motor roda tiga Bregodo (pasukan) Kelompok Difabel menjadi bregodo pengawal, dari bregodo lainnya yang berjalan kaki. Kirab dimulai dari Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, berarakan dari Padhukuhan Jongke Lor dan berakhir di Lapangan Sendangadi, dengan menempuh jarak sekitar tiga kilometer.

Terkait keterlibatan Bregodo Kelompok Difabel Desa Sendangadi, Wakil Bupati Sleman, Siti Muslimatun menyatakan, “Semua warga masyarakat warga kami, siapapun dia termasuk warga difabel. Semua turut diberdayakan dalam bidangnya masing-masing dan menurut kemampuannya masing-masing. Dengan demikian setiap kegiatan kami menjadi kegiatan semua warga tanpa kecuali,” ujarnya.

Adapun Kepala Desa Sendangadi, Damanhuri mengutarakan bahwa acara tersebut selain kegiatan budaya dan bersih desa, juga untuk memperingati hari jadi Desa Sendangadi yang ke 71 tahun. Keterlibatan Kelompok Difabel Desa Sendangadi menjadi kebanggaan tersendiri baginya sebagai kepala desa.

Upacara ini meerupakan agenda dua tahunan, acara ini diikuti oleh seluruh warga Desa Sendangadi, tanpa terkecuali kelompok warga difabel. “Keikutsertaan kelompok difabel ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya sebagai bapak mereka, bapak warga Desa Sendangadi,“ ungkapnya.

Sosialisasi inklusivitas

Sementara bagi salah seorang difabel peserta kirab Ratna Dewi Setyaningsih, Bregodo (pasukan) Kelompok Difabel Desa Sendangadi ini bisa mensosialisasikan Desa Sendangadi yang inklusi.Selain itu dapat mensosialisasikan motor roda tiga sebagai alat mobilitas difabel fisik dalam memenuhi kebutuhan hidup.

“Keterlibatan Bregodo Kelompok Difabel merupakan salah satu wujud kesetaraan hak disabilitas dengan warga masyarakat pada umumya, sekaligus sosialisasi inklusivitas di Desa Sendangadi, ” ujar Ratna.

Sedangkan Doddy Kaliri mengutarakan bahwa sebagai warga difabel atau organisasi difabel Desa Sendangadi, dirinya merasa menjadi bagian dari desa yang memiliki kesempatan sama. “Bregodo Kelompok Difabel ini dapat menunjukkan kepada masyarakat, kekhasan kelompok difabel yang bermobilitas dan beraktivitas dengan motor roda tiga,’ kata dia.

Doddy berharap kegiatan harfi itu dapat membuka mata masyarakat, bahwa di Desa Sendangadi terdapat bagian dari masyarakat yang disebut difabel. Di mana warga difabel turut serta ambil bagian dalam pembangunan di Desa Sendangadi.[Harta Nining Wijaya].

The subscriber's email address.