Lompat ke isi utama
 Supriyadi ketua kelompok difabel Desa Lorog sedang mengemukakan pendapat pada musrenbangdes

Musrenbangdes : Pemerintah Desa Lorog Alokasikan Anggaran untuk Kelompok Difabel

Solider.or.id, Sukoharjo- Pemerintah Desa Lorog Kecamatan Tawangsari melaksanakan musrenbangdes dan melibatkan kelompok difabel desa pada Kamis (16/11). Pada musrenbangdes tersebut, dibacakan laporan dalam bentuk paparan kegiatan yang telah dilakukan pada tahun 2017. Selain paparan, juga dibacakan usulan-usulan terkait RKPDes yang harus dilaksanakan pada 2018 nanti. Meski RKPDes didominasi oleh program pembangunan infrastruktur namun, pemerintah desa telah mengakomodir perogram pemberdayaan kelompok difabel desa untuk masuk anggaran dan RKPDes tahun 2018..

Desa Lorog sejak tahun lalu telah membentuk kelompok difabel dan secara eksis telah berkegiatan untuk pemberdayaan. Sebagai salah satu dari dua desa (selain Desa Kateguhan) , dan dua desa lainnya di Kecamatan Mojolaban yang menjadi percontohan untuk Program Peduli,  menunjukkan kemajuan yang dicapai oleh kelompok difabel dalam mengadvokasi pemerintah desa setempat. Sejak tahun 2016 pula,  Desa Lorog telah membangun sarana aksesibilitas berupa ramp/plengsengan bagi difabel pengguna kursi roda dan lansia.

Ditemui di balai desa setempat pada Jumat (17/11), Muksam, kepada desa mengatakan kepada Solider bahwa dengan adanya musrenbangdes segala sesuatu yang dibicarakan adalah program kaitannya dengan RKP Desa yang harus dilaksanakan tahun 2018. Yang kedua adalah mengajukan program kerja khususnya yang di Desa Lorog yang tidak bisa dibiayai oleh desa nanti dibiayai skala prioritas di musrenbangcam, dan di musrenbangcam nanti diambil skala prioritas lalu dibawa ke OPD Kabupaten Sukoharjo.

“Dengan adanya hal tersebut, berkaitan adanya difabel, di Kecamatan Tawangsari ini sudah ada dua desa yang dijadikan percontohan. Masukan-masukan dan sebagainya kaitannnya dengan difabel, kami sama-sama sebagai warga masyarakat memiliki hak yang sama. Sehingga segala sesuatu yang memiliki kaitan dengan difabel pada waktu musdes atau musrenbangdes serta kegiatan apa saja dari pemerintah Desa Lorog harus bisa mengakomodir,”jelas Maksum.

APBDes itu juga nanti mengacu dari masukan warga masyarakat dan kegiatan difabel yang sudah berjalan sejak tahun 2016. Kegiatan apa yang sudah dilaksanakan di tingkat desa, difabel ini diberikan anggaran dan dimusyawarahkan bersama musdes dan musrenbangdes. “Besarannya akan dimusyawarahkan di Tim 11 dan juga dari pemerintah desa sehingga kira-kira berapa dana yang diprogramkan untuk kelompok difabel, nanti supaya ada sinkronisasi. Ada masukan dana yang lebih besar atau berapa, nanti akan diperhitungkan dengan APBDes yang ada,” imbuh Muksam.

Eko Istanto dari Sehati saat dihubungi menjelaskan bahwa rencana pemberdayaan yang akan dilakukan bersama kelompok desa setempat adalah pelatihan, yang selama ini sudah berjalan beberapa kali dan tinggal meneruskan dan mengembangkan.(Puji Astuti)

 

The subscriber's email address.